Anggaran Defisit, Bupati Kukar Langsung Mohon Bantuan ke Pusat

TENGGARONG-Sadar betapa pentingnya bantuan pemerintah pusat di tengah defisit anggaran yang kini dihadapi daerah, Bupati Kukar Rita Widyasari dan sejumlah jajaran benar-benar memaksimalkan momen kehadiran Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ke Kukar untuk menyampaikan hal-hal yang diperlukan Kukar dalam mengembangkan pertanian.
Pemaparan Rita di hadapan sang menteri diawali dengan memperkenalkan potensi wilayah Kukar yang luasnya mencapai 27.263,10 km persegi.

Rita menuturkan luas lahan baku fungsionl di Kukar mencapai 23.312,8 Km persegi, sementara luas tanam padi pada 2015 seluar 37.569 hektar dengan total produksi 186830 ton gabah giling. Produktifitas padi sawah sebesar 51,13 kuintal per haktar dan indeks pertanaman (IP) 1,6. Dengan kondisi tersebut, Kukar mampu memberikan kontribusi beras ke provinsi sebesar 47,70 persen. “Ini otomais menjadikan Kukar sebagai penyumbang beras terbesar di Kaltim,” tutur Rita ketika dikutip dari Radar Kaltim.

Baca Juga :

Rita Menolak Dakwaan dari Jaksa

Masih di hadapan sang mentri, Rita berkata, bila di Jakarta kebanyakan orang memandang Kukar hanya sebagai wilayah pertambangan, kini hal itu berangsur berubah. Kukar terus mentransformasi sumber perdapatanya dari sektor pertambangan ke sektor pertanian dalam arti luas dan pariwisata. Kedua sekor itu merupakan sumber pendapatan yang tidak akan habis dan terus dapat diperbaharui. Bahkan untuk memastikan lahan pertanian yang sudah ada tidak akan dialihfungsikan, Kukar telah memilik Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2012 tentang yang melarang alih fungsi lahan pertanian. “Untuk mendongkrak produktifitas pertanian, Pemerintaah daerah juga akan menggelontorkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk setiap kelompok tani dan nelayan, hal itu sesuai visi dan misi kami,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kukar itu.

Namun, tutur Rita, bukan berarti Kukar tidak memiliki kendala pertanian, khususnya di tengah krisis keuangan yang kini terjdi. Untuk itu Kukar memerlukan sejumlah bantuan dari pemerintah pusat seperti traktor tangan jenis gelebek Kukar baru memiliki 70 unit dan masih kekurangan 725 unit, traktor roda empat baru tersedia tiga unit dan kurang 40 unit, pompa irigasi Kukar baru memiliki 27 unit dan masih kekurngan 410 unit, mesin tanam padi, 2015 kukar mendapat bantuan lima unit dan kini masih kekurangan 370 unit, mesin panen padi multi 2015 Kukar sudah mendapat bantuan empat unit kekuranganya masih 372 unit, mesin perontok Kukar belum pernah mendapat bantuan dan kini membutuhkan 412 unit, mesin pemipil jagung, Kukar mendapat bantuan 10 unit dan masih kekurangan 335 unit dan untuk pengering padi baru punya dua unit sehingga masih kurang 664 unit. “

Baca Juga :

Kami mohon untuk dapat dibantu pemerintah pusat, karena jujur saya keuangan Kukar tahun ini defisit, memang ABPD Kukar mencapai Rp 6,5 triliun, namun ekspektasi belanja kami lelebihi itu, sehingga seluruh belaja SKPD dipangkas hingga 40 persen termasuk sektor pertanian,” curhat Rita.Merespon permohonan tersebut, Mentan Arman memastikan Kukar menjadi fokus pengembangan pertanian. Bahkan secara langsung Amran berjanji akan menambah jumlah bantuan traktor sebanyak 20 unit dan 100 unit pompa irigasi. “Ibu bupati ini pintar, kita datang dikasi makanan kesenangan kita, sate payau udang, malu kita kalau tidak kasi bantuan, tapi saya tau beliau ini dicintai rakyatnya,” pungkasnya.(jpnn)

Komentar telah ditutup.