Umbar Tembakan, Pengacara Ditahan Polisi Tersinggung karena Ditegur

INDOPOS.CO.ID – Aksi seorang pengacara yang menodongkan senjata api ala koboi depan umum di Jalan Radio II, Nomor 1, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok, berbuntut panjang. Meski tidak melepaskan tembakan, tapi suasana di sekitar lokasi menjadi tegang apalagi yang ditudong itu adalah seorang wanita.

Pelaku penembakan bernama Andi Koeniawan, 44, kemudian ditangkap aparat polisi beberapa jam setelah korban melaporkan kasus ala koboi itu kepada polisi pada Jumat (5/8). Sementara kejadian itu, terjadi pada Selasa (2/8) lalu.

Baca Juga :

Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Hingga berita ini diturunkan, anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) itu masih menjalani pemeriksaan di Polresta Depok. Berdasarkan informasi yang dihimpun INDOPOS, aksi koboi itu bermula sang pengacara ini sedang mengantri saat mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) di dalam mini market tersebut.

Lantaran lama melakukan transaksi keuangan tersebut, salah satu pengunjung wanita Bernadete, 36, pun menegur Andi secara perlahan. Tak senang dengan teguran perempuan ini, anggota PERADI ini pun mencak-mencak. Emosinya pun terus meluap hingga akhirnya Andi pun mengambil senjata api di dalam mobil dan menodongkannya langsung Bernadete.

Baca Juga :

Tak sampai disana, aksi kekerasan kepada pengunjung lain pun ikut dilakukan Andi dengan cara menendang kaki para korban. Tak puas dengan itu pengacara ini pun juga mengumbar tembakan ke luar mini market sebelum akhirnya masuk ke mobil dan pulang. Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, penangkapan pelaku sempat alot mengingat statusnya sebagai pengacara.

Setelah beberapa jam berdebat, Andi berhasil dibawa ke Polresta Depok. Dalam pemeriksaan oleh tim penyidik pengacara ini pun di dampingi kuasa hukumnya yang juga merupakan rekannya dari anggota PERADI. ”Dari hasil rekaman CCTV memang pelaku menyerang wanita dan dua pengunjung mini market sambil membawa senpi.

Baca Juga :

Penyebabnya tidak suka ditegur oleh salah satu pengunjung karena melakukan transaksi cukup lama, sementara antrian yang mau mengambil uang panjang,” katanya kepada indopos.co.id, kemarin. Dari hasil rekaman CCTV pelaku pun terlihat sangat garang menyerang beberapa pengunjung yang coba melerai aksi teguran korban saat transaksi perbankan di mini market tersebut.

Pengacara ini pun akhirnya dijemput polisi dari tempat tinggalnya. Dari tangan anggota PERADI itu, polisi menyita barang bukti sepucuk senjata api revolver, dan empat peluru karet kaliber 9 milimeter. Serta, surat izin kepemilikan senjata api yang dikeluarkan Mabes Polri. Saat diperiksa Andi sempat mengelak atas tuduhan menodongkan senpi tersebut.

”Tahu sendiri pengacara yang mengerti hukum. Jadi anggota kami pun yang menyidik harus sabar betul agar aksi yang dilakukannya itu dapat diakui. Pasti anggota kami ikut emosi, tetapi tidak terpancing sama sekali,” ucapnya. Guna mempertanggungjawabkan aksi koboinya itu, sang pengacara ini dijerat dengan pasal 335 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api atau tajam dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Sementara kuasa hukum Andi Koerniawan, Firman, belum mau memberikan keterangan mengenai aksi koboi tersebut. Keterangan akan diberikan setelah pemeriksaan polisi rampung. ”Maaf saya belum dapat memberikan keterangan apapun mengenai masalah ini. Saya hanya diminta Andi untuk menemaninya dalam pemeriksaan di Polres. Nanti saja ya kalau sudah ada instruksi dari rekan saya,” pungkasnya. (cok)


loading...

Komentar telah ditutup.