Kedapatan Bawa Sabu, Polisi Ringkus Ayah Enam Anak Ini

INDOPOS.CO.ID – Satuan Reskoba (Satreskoba) Polres Tarakan akhirnya berhasil menangkap satu orang kurir sabu-sabu bernisial Ar (43), yang merupakan warga RT 2 Kelurahan Karang Rejo, pada Selasa (2/8).

Ar ditangkap setelah pihak Satreskoba mengembangkan hasil pengembangan dari daftar pencarian orang (DPO) yang dikirim oleh Polres Pare-pare ke pihak Polres Tarakan. Sebelumnya, Polres Pare-pare sudah berhasil menangkap SN (50) dan AR (40) yang kedapatan membawa sabu-sabu dua kilogram, usai turun dari kapal Pelni di pelabuhan Pare-pare, pada Senin (1/8) sekira pukul 01.00 Wita.

Baca Juga :

Kepala Satuan (Kasat) Reskoba Polres Tarakan Iptu Simon Tammu saat ditemui di badara Juwata Tarakan menjelaskan, saat itu pihaknya mendapatkan informasi dari pihak Polres Pare-pare terkait tertangkapnya dua warga Tarakan berinisal SN (50) AR (40), yang kedapatan membawa dua kg sabu-sabu. Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya langsung mengembangkan kasus ini di Tarakan, berdasarkan Daftar pencarian orang (DPO) yang dikirim oleh pihak Polres Pare-pare.

Alhasil, dalam waktu singkat, pada Selasa (2/8) lalu, pihaknya berhasil mengamankan seorang tersangka berinisal Ar (43) yang merupakan warga RT 2 Kelurahan Karang Rejo, yang berprofesi sebagai tukang mebel. “Ar kami tangkap di rumahnya yang saat kami sambangi dia sedang tidur. Ada anak dan istrinya yang juga menyaksikan penangkapan tersebut,”ungkap Simon.

Usai diamankan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata Ar juga diketahui memiliki saudara yang kini berada di dalam Lapas Tarakan dengan kasus serupa.

Dari hasil penyelidikan ini, Satreskoba Polres Tarakan langsung berkoordinasi dengan pihak Satreskoba Polres Pare-pare, untuk melakukan penjemputan tersangka Ar di Tarakan.

Baca Juga :

Penyelundupan Narkoba di Lapas Manfaatkan Drone

Berdasarkan pengakuan Ar, ia belum lama menggeluti dunia bisnis haram ini. Ia terpaksa lantaran terdesak kebutuhan ekonomi istri serta enam anaknya yang masih sekolah. “Saya menyesal dan merasa sedih harus berpisah dengan anak–anak dan istri saya,” ungkapnya dengan nada lesu.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pare-pare, AKP Doni Dunggio yang tiba di Tarakan kemarin mengatakan, kronologis penangkapan dua warga asal Tarakan berinisial SN dan AR ini, saat pihaknya bersama Polsek Pare-pare melaksanakan cipta kondisi (cipkon) di pelabuhan. “Mereka kami curigai saat turun di bagian terakhir,” ungkapnya.

Pihaknya langsung memeriksa barang bawaan kedua tersangka, yang ternyata ditemukan dua kg sabu-sabu yang disimpan secara rapi di dalam kotak mie dan di dalam bungkus milo. “Barang ini rencananya mereka mau bahwa ke Pinrang dan Makassar. Saat dilakukan pemeriksan, kedua tersangka mengaku barang ini berasal dari Tarakan,” katanya.

Adapun kini, Polres Pare-pare terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-muasal barang haram tersebut. “Kami terus selidiki dan ini bisa panjang (waktu) pemeriksaannya. Untuk tiga orang ini masih kami kenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Doni. (*/eru/ash)

 


loading...

Komentar telah ditutup.