Napi Lapas Tasik Berkoneksi dengan Bandar Besar di Jakarta

INDOPOS.CO.ID – Teka-teki soal hape yang dipakai mengendalikan jaringan peredaran narkoba oleh napi Lapas Tasik, Nug alias Goho (35) terungkap. Hape milik bandar narkoba itu telah dibuang ke dalam kloset. Polisi hanya menemukan baterainya.

”Iya hape tersebut sudah dibuang dan kita hanya menemukan sebuah baterai hape saja di situ (lapas, Red). Kalau barang bukti nggak ada, kita nggak jadi masalah karena saksinya juga sudah ada. Dua orang,” ungkap Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Erustiana saat dihubungi tadi malam.

Baca Juga :

Hape yang dibuang ke kloset itu, diduga dipakai mengendalikan transaksi narkoba oleh Goho ke anak-anak buahnya, yang 5 diantaranya, sudah ditangkap polisi. Karena lokasi Goho dan anak buahnya berbeda “alam”: Goho di dalam lapas, sedangkan anak-anak buahnya di luar lapas.

Erustiana pun mengaku heran dengan aktivitas Goho. Napi tersebut bisa mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas menggunakan telepon seluler.

Baca Juga :

Apakah ada dugaan keterlibatan orang dari dalam lapas yang membantu Goho? Erustiana belum memiliki buktinya. Namun, dia cukup aneh saja dengan aktivitas Goho yang bisa menelepon ke anak buahnya di luar lapas.

“Logikanya begini, Goho tidak mungkin bisa menelepon dengan bebas ke sana kemari. Pesen tiap hari. Masa sipir nggak tahu,” herannya.

Menurut Erustiana, Goho bisa memantau satu kali transaksi dengan cara menelepon sebanyak 3 kali. Itu pun dirasa aneh jika kegiatan yang dilakukan bandar tersebut tidak terpantau sipir penjara. ”Dua kali transakis saja, dia bisa menelepon sebanya 6 kali,” terangnya.

Dalam satu kali transaksi, kata Erustiana, Goho harus terus memantau, mulai dari pemesanan hingga pengecekan uang di rekening. ”Terus dia juga harus menelepon kakinya (sindikatnya, Red) memastikan barang tersebut sudah sampa atau belum,” ujarnya.

Adapun narkoba yang dijual Goho, kata Erustiana, berasal dari Bandar besar dari Jakarta. Itu juga yang dikatakan Goho kepada polisi di Mapolres Tasikmalaya Kota Kamis (4/8).

”Untuk barang ini dipasok dari bandar Jakarta. Caranya juga dikirim lewat paket dan uangnya ditransfer. Barang yang dikirim diterima oleh anak-anak (kurir di luar penjara, Red),” terangnya saat dimintai keterangan di ruang penyidik Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota Kamis siang.

Sementara itu, kemarin (5/8), Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya Julianto Budhi Prasetyono BcIP mengatakan pihaknya belum bisa memastikan adanya sipir lapas yang terlibat dalam menyelundupkan hape Goho. Sehingga napi tersebut bisa mengendalikan peredaran narkoba di dalam lapas selama ini.

”Kita belum menemukan keterlibatan petugas,” ujarnya di kantornya kemarin kepada wartawan.

Ia mengatakan selama ini pihaknya selalu menerapkan sistem keamanan cukup ketat. Terutama saat ada kunjungan keluarga napi ke lapas. ”Lebih dari tiga pemeriksaan, bahkan kita rutin setiap minggu melakukan penggeledahan ke setiap kamar warga binaan,” bebernya.

Usai Goho ditangkap polisi, pihaknya akan mencoba mengevaluasi prosedur pengamanan. Terutamasaat pihak keluarga akan mengunjungi warga binaan. “Biasanya barang yang akan diberikan kepada warga binaan setelah diperiksa akan diberikan langsung pengunjung, namun nanti jalur si pengunjung dan barang akan dipisah. Jadi tahu-tahu barang tersebut sudah ada di kamar warga binaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota membongkar jaringan narkoba yang diduga dikendalikan Nug alias Goho (35), salah seorang napi yang mendekam di Lapas Tasik.

Tak hanya mengamankan Goho, polisi pun meringkus lima orang yang diduga kaki tangan atau kurir narkoba napi tersebut. Termasuk barang buktinya. Yakni enam paket sabu-sabu, satu alat hisap, satu alat timbang dan lima handphone yang digunakan untuk alat transaksi.

Lima orang kurir narkoba Goho itu, antara lain HS (35), IS (25) alias Gepeng, AR (35), KP (32) alias Eot dan Hen (30). ”Jaringan ini kami berhasil bongkar selama dua hari dari Selasa malam sampai Rabu. Para pelaku ini berhasil di ringkus di wilayah Kecamatan Cihideung dan Mangkubumi,” ujar Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Erustiana kepada wartawan saat ekspose Kamis siang (4/8) di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Menurut Erustiana, pengungkapan jaringan pengedar sabu-sabu yang dikendalikan Goho, berawal dari penangkapan Eot, salah seorang kurir di Jalan AH Nasution, tepatnya di Kampung Babakan Jati, Mangkubumi Selasa (2/8) sekitar pukul 21.00. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu paket sabu-sabu seberat 1,18 gram. ”Pelaku ini berhasil diringkus dari undercover anggota kami yang sebelumnya mendapat informasi dari warga,” ujarnya.

Dari penangkapan Eot, kata dia, pihaknya langsung melakukan pengembangan. Hasilnya, polisi menangkap IS di kawasan Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.

Tak berhenti di situ, polisi kemudian menangkap AR, HS dan Hen. Mereka ditangkap di satu kawasan yaitu di kawasan Kelurahan Cilembang, Cihideung, Kota Tasikmalaya. “Dari kelima pelaku ini kami berhasil mengamankan enam paket sabu-sabu, satu alat hisap, satu alat timbang dan lima unit hape,” paparnya.

Erustiana mengakan, setelah berhasil meringkus kelima pelaku ini, ternyata terungkap bahwa yang mengendalikan peredaran narkoba jaringan ini merupakan salah seorang narapidana yang saat ini masih mendekam di Lapas Tasikmalaya yakni Nug alias Goho (35).

”Napi ini mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas ini menggunakan hape. Tapi ketika digeledah ke dalam lapas, hape pelaku sudah tidak ada dan diduga sudah mengetahui kedatangan kami (polisi) ke dalam lapas ini,” terangnya. (den/yna)


loading...

Komentar telah ditutup.