Pencuri Rokok Menanti Diversi

INDOPOS.CO.ID – Berharap penyelesaian secara kekeluargaan SG (16) pencuri 2 slop kotak rokok di toko tempatnya bekerja di kawasan RT 9 Sumber Rejo Balikpapan Tengah, tidak ada upaya mediasi yang dilakukan.

SG masih meringkuk di tahanan Mapolsek Balikpapan Utara menunggu mediasi dengan pemilik toko sekaligus korban yang memergokinya mengambil rokok dari gudang.

Baca Juga :

“Sudah damai kok, katanya dia maafkan saya dan saya mau dikeluarkan dari sini. Tapi nggak tahu kelanjutannya seperti apa, saya hanya bisa nyesal dan menunggu dia untuk mencabut laporannya,” beber SG saat ditemui media ini.

Sementara itu, kabar akan adanya upaya mediasi tersebut ditampik oleh Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara, Ipda Hadi Purwanto yang mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya rokok dengan nilai kerugian hampir mencapai Rp 8 juta.

Baca Juga :

“Untuk kabar mediasi tidak ada, penyelidikannya masih kami lanjutkan. Karena korban merasa keberatan atas kerugian kehilangan di tokonya tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu minggu,” ungkap Hadi.

Terkait aksi pencurian yang dilakukan SG, polisi menyatakan menetapkan pasal 374 KUHP terkait aksi penggelapan yang dilakukan oleh karyawan atau pekerja dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara.

“Untuk katagori pidananya masuk di penggelapan, karena dia bekerja di toko tersebut. Mekanismenya hampir sama dengan pencurian, hanya saja hal ini dilakukan oleh orang dalam sendiri,” bebernya.

Belum ada petunjuk terkait hilangnya pupulah slop rokok di toko yang menjual sembako tersebut, dan untuk sementara tuduhan pencurian tersebut jatuh kepada SG. Hal ini dikarenakan hanya dia yang berstatus sebagai karyawan di toko tersebut.

“Jadi tidak ada orang lain di toko itu, semuanya keluarga dari pemilik toko. Dan kehilangan ini baru terjadi setelah korban menerima SG sebagai karyawan di toko tersebut sejak awal Februari,” tandas perwira bertahta balok satu di kedua pundaknya itu.

Keterangan dari para saksi pun terus digali oleh polisi, saat ini belum ada bukti kuat yang mengarahkan SG sebagai pelaku pencurian puluhan slop rokok tersebut. Ia bersikukuh baru sekali melakukan aksi pencurian lantaran khilaf.

“Dia mengaku tidak tahu menahu soal kehilangan puluhan rokok tersebut, hanya sekali saat dipergoki oleh pemilik. Dan itu pun diakui akan dikonsumsinya seorang diri,” pungkas Hadi. (dep/war)


loading...

Komentar telah ditutup.