Alexa Metrics

Edu Tidak Jamin Pemain Status Profesional Lolos Timnas U-19

Edu Tidak Jamin Pemain Status Profesional Lolos Timnas U-19

INDOPOS.CO.ID– Eduard Tjong telah memutuskan untuk memboyong total 24 pemain untuk mengikuti training center Timnas U-19 di Jogjakarta. Di antara para pemain tersebut, beberapa di antaranya sudah memiliki pengalaman dan jam terbang di kompetisi profesional tanah air. Mereka adalah Dimas Drajad, Pandi Lestaluhu, dan M Alwi Slamat.

Dimas (striker) dan Pandi (winger) sama-samat tergabung di PS TNI. Sementara M Alwi adalah salah satu gelandang muda Semen Padang FC. Sebelum dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas U-19, mereka bertiga  rutin tampil membela tim masing-masing di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).

Meski begitu, Edu-sapaan akrab Eduard Tjong—mengatakan bahwa posisi tiga pemain itu di skuad besutannya belum aman. Apalagi, selama sepuluh hari menjalani seleksi di lapangan National Youth Training Center, Sawangan, Depok, ketiga pemain tersebut belum mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

“Kualitas dasar mereka sangat bagus. Hanya, performa mereka belum konsisten selama seleksi brlangsung. Beberapa instruksi dari saya pun belum bisa dijalankan dengan baik,” keluh pelatih yang pernah menukangi PS TNI itu. “Jadi, kalau selama di Jogja mereka tidak juga memperbaiki performa, saya tidak segan-segan akan memulangkan mereka ke klub masing-masing,” ucapnya.

Dia lantas mencontohkan Dimas yang terlihat masih mandul dalam tiga kali ujicoba terakhir. Menurut Edu, striker yang ikut mengantarkan Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U-19  2013 lalu itu masih belum bisa beradaptasi dengan tim. Bahkan, beberapa peluang yang seharusnya berbuah gol, tidak mampu dieksekusi dengan baik.

Begitu juga dengan Alwi. Pemain asal Tulehu, Maluku yang diplot sebagai jenderal lapangan menggantikan peran Evan Dimas di lini tengah pun, belum bisa memberikan banyak kontribusi bagi tim. Menurut Edu, ketika menguasai bola, Alwi tidak langung menyuplainya ke depan, melainkan selalu diberikannya ke samping lapangan.

Menurut Edu, dia tidak menjamin satupun pemain yang aman sebelum tanggal 21 Agustus. Sebab, itu adalah batas waktu terakhir entry by name ke AFF. “Jadi mereka sudah aman kalau namanya sudah didaftarkan,”tegas Edu.

Dalam perkembangan serupa, Dimas mengakui bahwa dia belum bisa menunjukan kemampuan terbaiknya selama seleksi. Dia beralasan, selama ini belum ada sosok gelandang yang bisa memanjakan dia dengan umpan yang bagus. “Berbeda dengan saat di klub, banyak pemain senior yang bisa memberikan umpan matang bagi saya,” ujarnya.

Namun, dia bertekad untuk bisa menunjukan semua kemampuan terbaiknya saat pemusatan latihan berlangsung di Jogjakarta. Apalagi, selama di sana, mereka sudah diagendakan untuk menjalani tiga kali pertandingan ujicoba internasional. “Kalau untuk merah putih, saya akan berjuang habis-habisan,”ujarnya. (ben)



Apa Pendapatmu?