Capital Inflow Kawal Orbit Indeks

INDOPOS.CO.ID-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan di zona positif. Itu terjadi setelah Indeks menguat 38,73 poin (0,71 persen) menjadi 5.458. Sayangnya, apresiasi Indeks itu tidak menular ke pasar valuta asing (valas).

Di mana, di pasar valas nilai tukar rupiah melepuh 7 poin (0,05 persen) menjadi Rp 13.124 per dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang nusantara itu ditransaksikan di kisaran Rp 13.144 per USD.

Baca Juga :

Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2019

Sejumlah analis menilai, penguatan Indeks masih dinaungi sejumlah sentimen positif pertumbuhan ekonomi. Jamak diketahui, di luar ekspektasi banyak pihak, pertumbuhan ekonomi malah meroket di kisaran 5,18 persen. Kemudian cadangan devisa (Acdev) negara meningkat menjadi USD 111,4 miliar per Juli 2016, dan tentu kebijakan tax amnesty.

Sejumlah sentimen itu, tidak disangkal menjadi memicu optimisme dan konfidensi investor menguat. Trader melihat, saat ini momen tepat untuk menggulir modal pada sejumlah instrumen investasi di pasar modal. ”Jadi, investor memandang sentimen berefek positif pada industri pasar modal,” tukas Analis Millenium Danatama Sekuritas M Al Amin.

Baca Juga :

Menilik data perdagangan awal pekan itu, Amin menilai Indeks masih akan melanjutkan apresiasi. Mencoba mengitari tataran support di level 5.400 dan resisten di kisaran 5.500. Amin optimistis hingga penghujung tahun ini, Indeks bakal bisa menjebol angka 6.000. ”Proyeksi awal 5.500 akan direvisi. Hal itu lebih berpeluang bergerak terus menguat,” tegasnya.

Meski begitu, Amin mewanti-wanti pelaku pasar untuk tidak lepas kendali. Waspada akan adanya kemungkinan terjadi aksi ambil untung (profit taking). Berdasar pengalaman dan kebiasaan, saat terjadi lonjakan, aksi profit taking selalu mengintai. Aksi ambil untung itu tidak bakal mengganggu Indeks karena arus capital inflow begitu kuat. ”Jadi, tidak perlu takut dengan aksi ambil untung,” ucapnya.

Baca Juga :

Berdasar data perdagangan, kemarin investor membukukan transaksi Rp 7,7 triliun dengan volume 8,64 miliar saham. Di pasar reguler, investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) Rp 720 miliar. Sebanyak 179 saham naik, 145 saham turun, dan 96 saham tidak bergerak. Sedang 7 dari 10 sektoral menguat. Penguatan terbesar dialami sektor properti 2,04 persen.

Mayoritas indeks Asia bergerak menguat. Kondisi itu ditunjukkan indeks Nikkei225 Jepang naik 2,44 persen, indeks Kospi Korsel surplus 0,65 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong menanjak 1,57 persen. Sebagian besar indeks Eropa bergerak menguat sejak pembukaan siang. Indeks FTSE100 Inggris naik 0,34 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,02 persen, dan indeks CAC Perancis menebal 0,56 persen. (far)

Komentar telah ditutup.