Pisah dengan Inter Milan, Mancio Mengembara ke Tiongkok

INDOPOS.CO.ID – Addio Mancio atau Selamat Tinggal Mancio. Beginilah kata-kata yang tertera di media seantero Italia ketika Inter Milan mengonfirmasi perpisahannya dengan sang allenatore, Roberto Mancini, kemarin sore (8/8). Tuttosport pun melansir bahwa Suning sebagai pemilik baru Inter bakal memberikan pesangon sebesar EUR 2 juta (Rp 29,08 miliar dengan kurs EUR 1= Rp 14.543) sebagai sisa kontraknya yang tinggal semusim lagi.

Kepastian ini pun mengakhiri ”perseteruan” antara Mancini dengan dewan direksi Inter yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Ketegangan yang dipicu oleh kekecwaaan Mancini karena gagal mendapatkan pemain idaman.

Baca Juga :

Puncaknya adalah saat Inter dihajar Tottenham Hotspur 1-6 pada persahabatan di Oslo, Norwegia (5/8) yang membuat Inter memutus kontrak Mancini. ”Inter ingin berterima kasih kepada kerja keras dan komitmen yang telah ditujukannya selama 20 bulan terakhir,” demikian pernyataan Inter seperti dilansir Football Italia.

Sesuai prediksi, eks arsitek Ajax Amsterdam, Frank de Boer, naik menjadi suksesor. Dia bakal diikat kontrak berdurasi tiga musim dan diperkenalkan hari ini. Reaksi beragam pun langsung datang setelah De Boer hampir pasti menjadi pelatih baru Nerazzurri, sebutan Inter. Mantan pelatih Inter era 1991-1992 Corrado Orrico mengatakan bahwa Inter begitu berjudi dengan penunjukkan De Boer.

Baca Juga :

Pria 76 tahun itu tidak yakin bahwa De Boer merupakan sosok yang tepat untuk mengangkat Inter kembali menapaki jalur scudetto maupun Liga Champions. Padahal, pelatih 46 tahun itu telah mempersembahkan empat trofi Eredivisie dan satu gelar Johan Cruyff Shield atau Piala Super Belanda.

Dasar keraguan Orrico terletak pada kegagalan Ajax dalam merebut Johan Cruyff edisi 2011, 2012, dan 2014. Selain itu, pada Eredivisie musim lalu, De Boer harus mengakhiri kiprahnya dengan pahit setelah finis dengan selisih dua poin dari seteru klasik, PSV Eindhoven (84-82). Orrico melanjutkan, itu belum ditambah dengan adaptasi bahasa dan kultur yang harus dihadapi De Boer jika dia datang ke Italia.

”Risiko yang harus dihadapi klub Italia begitu besar ketika mempercayakan klubnya pada pelatih asing,” ujar Orrico dalam wawancaranya dengan Tuttomercatoweb. ”Hal ini juga berlaku kepada De Boer,” lanjut pria yang kini menangani Gavorrano, klub yang bermain di Lega Pro Seconda Divisione atau kasta keempat sepak bola Italia.

Namun, hal itu dibantah oleh legenda Italia Sandro Mazzola. Eks attaccante La Beneamata, sebutan lain Inter, pada 1960-1977 tersebut berujar bahwa De Boer adalah sosok yang tepat. ”Dari pemain menjadi pelatih dia tetap hebat. Jadi, aku kira musimnya bersama Inter bakal berjalan mulus,” ucap Mazzola kepada Tuttomercatoweb.

Adapun CalcioNews24 melansir bahwa De Boer telah memiliki sederet daftar belanjaan yang harus dipenuhi oleh Direktur Olahraga Piero Ausilio jika Inter memang berhasrat menjadi penantang kuat Juventus musim ini. Di antaranya adalah posisi gelandang tengah yang notabene merupakan eks anak asuhnya di Ajax, Riechedly Bazoer, dan holding midfielder Wolfsburg berkebangsaan Brasil Luiz Gutsvo.

Terpisah, setelah tidak lagi menangani Inter, kemana kaki Mancini bakal dilangkahkan? Menurut website Gianluca Di Marzio, eks pelatih Manchester City dan Galatasaray berusia 51 tahun tersebut tertarik untuk berkarir di Tiongkok. Apalagi, nuansa Italia mulai terasa kental di Chinese Super League, kasta tertinggi Tiongkok. Fabio Cannavaro menangani Tianjin Quanjian, Ciro Ferrara membesut Wuhan Zall.

Malah, mentornya, Marcello Lippi, telah merasakan lima gelar selama 2012-2014 bersama Guangzhou Evergrande. Termasuk Liga Champions Asia di edisi 2013. Belum ada tanggapan dari Mancini, Dia hanya berpamitan setelah dua musim menangani Inter. ”Ini adalah solusi yang aku dan klub ambil bersama,” kata Mancini kepada agensi berita Ansa. ”Aku berharap Inter bisa meraih berbagai penghargaaan di masa mendatang,” lanjutnya. (apu)

Komentar telah ditutup.