Lantaran Tunjangan Tak Cair, Guru Mengadu ke DPRD

INDOPOS.CO.ID – Dua orang perwakilan guru di Banjarmasin mendatangi DPRD Kota Banjarmasin, Senin (8/8) tadi. Mereka mengadukan nasibnya yang belum menerima pembayaran kenaikan tunjangan profesi guru tahun 2011.

Ada 115 guru yang belum menerima kenaikan tunjangan profesi. Dua perwakilan guru tersebut adalah Suryasa dan Yepie. Mereka datang untuk meminta bantuan dewan agar tunjangan yang belum dibayarkan itu segera dibuatkan Surat Keputusan Carry Over atau pembayaran kurang bayar dari Walikota Banjarmasin.

Baca Juga :

Yepie mengeluhkan guru dari daerah lain seperti Banjarbaru sudah dicairkan. “Di Banjarbaru bisa cair karena ada bantuan dari dewan,” katanya. Dia pun sengaja datang meminta bantuan dewan Banjarmasin. “Siapa tahu bisa membantu,” lanjutnya.

Ditambahkan Suryasa, instansi terkait belum mau melakukan pembayaran tunjangan tersebut karena belum ada SK Carry Over. Ia pun tidak tahu kapan tunjangan profesi itu bisa dicairkan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin, Aliansyah, menemui dan sudah mendengar masukan dua guru itu. Dia berjanji segera menindaklanjuti dengan mempertanyakan dan berencana memanggil pihak Dinas Pendidikan Banjarmasin. Supaya dapat diketahui alasan persis belum dibayarkannya tunjangan tersebut.

Tunjangan profesi guru yang belum dibayarkan tahun 2011 tersebut variatif. Per guru mendapatkan kisaran Rp 2-3 juta lebih. “Secepatnya dipertanyakan, kenapa sampai Banjarmasin terlambat pencairan tunjangan profesi itu,” tuntasnya.(eka/az/dye)

Baca Juga :

Ini Cara Unik Latih Percaya Diri Anak


loading...

Komentar telah ditutup.