12 ABK Asal Cilacap yang Hilang Belum Jelas Nasibnya

INDOPOS.CO.ID – Dua belas anak buah kapal (ABK) Pisang VI asal Cilacap, Jawa Tengah hingga saat ini belum diketahui nasibnya. Sejak menghilang dua pekan lalu, tim SAR gabungan baru menemukan bangkai kapal dalam kondisi terbalik di Perairan Pangandaran.

“Tim kita sudah melakukan penyelaman di lokasi penemuan kapal, namun tidak ada korban, hanya bagian-bagian kapal yang sudah rusak yang kita temukan,” tutur Kepala Satuan Polair Pangandaran Polres Ciamis AKP Samuji kepada Radar, kemarin (10/8).

Baca Juga :

Bocah Hilang di Aliran Banjir Kanal Barat

Dikatakannya, patroli untuk melakukan pencarian korban masih terus dilakukan. “Kita berupaya mencari para korban namun belum membuahkan hasil,” kata dia.

Samuji mengatakan, kapal berbobot 18 Gross Ton (GT) tersebut diduga tenggelam setelah dihantam gelombang besar di Perairan Cilacap dua pekan lalu. Berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Cilacap, kapal tersebut berlayar sejak 26 Juli membawa 12 ABK yang seluruhnya warga Pemalang. Mereka diantaranya, Bayu Aryawan, Danang, Teguh, Fresmo, Aris, Arisman, Agus, Eko, Kunto, Latif, Karjo.

“Dua hari setelah berlayar, kapal dilaporkan hilang kontak, memang saat itu gelombang sedang tinggi,” ungkapnya.

Terpisah, Komandan Pos TNI AL Pangandaran Peltu (L) Dayat Sudrajat mengatakan, kapal Pisang IV sudah dievakuasi ke pelabuhan Cilacap oleh pemilik kapal. “Kapal itu terus bergeser, semula ditemukan di perairan Pangandaran, namun sehari berikutnya sudah bergeser ke wilayah perbatasan Tasikmalaya,” ungkapnya.

Baca Juga :

Kapal MV TINA 1 Kandas di Perairan Batu Kepri

Sebelumnya, kapal compreng yang tenggelam di Teluk Pananjung, tepatnya di Perairan Caimanggu. Minggu sore (4/8), posisi kapal bergeser sejauh 4 mil dari tepat asalnya ditemukan. Hingga berada di Perairan Batu Payung Legokjawa Kecamatan Cimerak.

“Kapal bergeser karena terseret arus yang sangat kuat. Tim penyelam TNI AL dan Basarnas sedang melakukan pengecekan,” tutur Danpos AL Pangandaran Peltu (L) Dayat Sudrajat.

Dayat mengatakan ada laporan dari Syahbandar Pelabuhan Perikanan Cilacap, Jateng, tentang kapal yang hilang kontak. Dikatakannya, kapal tersebut berlayar sejak tanggal 27 Juli pukul 11.00 dengan nama kapal Pisang IV dan membawa ABK sebanyak 12 orang. “Diinformasikan hilang kontak sejak Kamis pagi. Tapi kita belum bisa memastikan kapal yang kita temukan itu kapal Pisang atau bukan, makanya kita terjunkan tim penyelam,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan berusaha untuk menarik kapal tersebut menuju perairan yang lebih aman. “Saat ini kita terganggu dengan kondisi cuaca yang kurang baik,” ungkapnya. (nay/oby)

Komentar telah ditutup.