Tax Amnesty Jadi Perhatian Investor

INDOPOS.CO.ID-Program amnesti pajak menjadi perhatian pemodal. Sukses tidaknya mega proyek pengampunan pajak tersebut akan menentukan persepsi dan kepercayaan pelaku pasar. Maklum, pengaruh kebijakan itu akan sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pasar modal Indonesia tidak setengah-tengah menyongsong tax amensty. Persiapan untuk mendukung aplikasi kebjiakan itu dari sisi regulasi maupun infrastruktur telah disiapkan dengan begitu rapi. Jadi, tidak ada alasan pemodal tidak mendapat pelayanan maksimal. ”Istilahnya, one stop service,” tutur Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio.

Baca Juga :

Tangkap Menteri, Taring KPK Makin Tajam

Layanan terpadu itu bilang Tito, akan memudahkan para wajib pajak (WP) dalam berkonsultasi seputar amnesti pajak. Juga pembayaran tarif amnesti pajak, menjawab pertanyaan produk investasi pasar modal dengan gateway seperti perusahaan efek.

”Keberhasilan kebijakan itu akan berdampak positif terhadap pengelolaan fiskal negara. Dan, aktivitas ekonomi secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Investor akan sangat menantikan kesungguhan program amnesti pajak. Karena itu, keseriusan proyek tersebut akan sangat menentukan. Apalagi, saat ini, jumlah investor terus mengalami pertumbuhan secara signifikan. Paruh pertama tahun ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor lewat Single Investor Identification (SID) menjadi 491.116 orang, atau menanjak 26 persen dari posisi sama tahun lalu 388.960 investor.
?
Secara komposisi, mayoritas investor merupakan perorangan lokal, dengan jumlah 475.112 investor atau 97 persen dari total jumlah investor. Jumlah investor perorangan lokal itu meningkat 27 persen dari edisi sebelumnya 373.830 investor. ”Itu sebagai bukti kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal. Jadi, program tax amnesty harus benar-benar dikanal supaya investor makin bertambah,” tegasDirektur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi.
?
Jumlah sub rekening efek (SRE) juga meningkat 25 persen menjadi 618.251 dari sebelumnya 494.425. Pemanfaatan AKSES oleh investor juga mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Meski begitu, berdasar komposisi kepemilikan, total aset saham tercatat di C-BEST pada Juli 2016 masih didominasi investor asing dengan persentase kepemilikan 64 persen. Persentase itu tidak berubah dari tahun sebelumnya.

”Secara nilai, kepemilikan investor asing nasik 9 persen. Dan, nilai kepemilikan saham investor domestik meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya,” ucap Kiki sapaan akrab Friderica Widyasari. (far)

Komentar telah ditutup.