Alexa Metrics

Oknum Dokter Ditangkap saat Pesta Shabu

Oknum Dokter Ditangkap saat Pesta Shabu

INDOPOS.CO.ID-Aparat kepolisian dari Direktorat Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengungkap jaringan sindikat narkoba asal Makasar, Sulawesi Selatan. Mereka ditangkap aparat saat hendak melakukan transaksi barang haram itu.

Dir Narkoba Polda NTT, Kombes Pol Turman Siregar didampingi Kabid Humas AKBP Jules Abraham Abast saat menggelar ekspos kasus di Mapolda NTT, Rabu (10/8) mengungkapkan, pengungkapan jaringan narkoba Makassar-Kupang ini terjadi setelah polisi melakukan penggerebekan terhadap kediaman salah satu tersangka berdasarkan informasi yang diterima aparat.

Menurut Turman Siregar, penggerebekan ini terjadi pada tanggal 5 Agustus malam hari di Jalan W.J. Lalamentik, Kupang NTT. Awalnya, kata Siregar, polisi mendapatkan informasi kalau di rumah salah satu tersangka berinisial YL atau F tengah berlangsung pesta narkoba. Ternyata YL atau L ini berprofesi sebagai seorang dokter dan bertugas di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Kupang. Ketika digerebek, sang dokter tengah dalam kondisi on.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu paket shabu dan satu buah bong. alat pemantik, korek dan gas api. Pada malam itu juga polisi langsung melakukan pengejaran terhadap F di Jl. Ade Irma, Kelapa Lima. F ikut ditangkap karena ikut dalam pesta shabu bersama oknum dokter yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Turman Siregar menjelaskan, proses penggerebekan di rumah YL atau L ini merupakan pengungkapan ketiga yang dilakukan jajaran Dit Narkoba Polda NTT dalam kurun dua bulan terakhir, yakni periode Juni-Agustus 2016. Dari tiga kasus ini, aparat telah menangkap empat orang pelaku dan berstatus tersangka.

Penangkapan pertama, jelas Turman, dilakukan terhadap pengedar berinisial K alias T yang hendak melakukan transaksi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, 27 Juni malam lalu. Saat itu, tersangka yang datang dari Makasar dengan KM Sirimau memang telah menjadi target operasi aparat Dit Narkoba Polda NTT.

”Saat tersangka tiba di pelabuhan di Labuan Bajo, anggota langsung melakukan operasi dan dari tangan tersangka ditemukan barang bukti berupa sebuah rangsel yang di dalamnya berisi 13 paket narkoba jenis shabu-shabu. Polisi juga mengamaknhkan handphone serta ATM sebagai bukti transaksi narkoba,” ujarnya seperti dilansir Timor Expres (Jawa Pos Group).

Sesuai hasil interogasi, sebut Turman, tersangka ternyata masuk dalam sindikat barang haram di Makasar.

Penangkapan kedua, ujar Dir Narkoba, tanggal 21 Juli di Pelabuhan Tenau Kupang. Saat itu, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di Pelabuhan Tenau dengan pengedar asal Makasar. Polisi langsung melakukan operasi dan berhasil membekuk F alias I. Barang bukti yang diamankan berupa 10 paket narkoba jenis shabu-shabu.

”Dari keterangan tersangka, barang tersebut dari Makasar dan hendak bertransaksi di Kupang. Harganya bervariasi. Ada yang per paket Rp 2,5 jta dan Rp 5 juta,” jelasnya.

Atas perbuatan para tersangka, kata Turman, mereka bakal dijerat dengan pasal 114 dan 115 UU No.35 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara. (onq/aln)



Apa Pendapatmu?