Alexa Metrics

Walhi Jakarta Awasi Proyek Reklamasi

Walhi Jakarta Awasi Proyek Reklamasi

INDOPOS.CO.ID – INDIKASI pembangunan reklamasi Pulau G akan dilanjutkan oleh pemerintah, dinilai sebagai sebuah musibah. Demikian ditegaskan Koordinator Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Mustakim Dahlan.

Menurut dia, proyek reklamasi di teluk utara Jakarta merupakan proyek pembohongan. Sebab proyek tersebut mengorbankan kepentingan masyarakat. “Menegenai adanya indikasi akan di lanjutkannya proyek reklamasi, bagi kami itu musibah,” tegas Dahlan, kemarin.

Dia mengatakan, Walhi Jakarta menilai bahwa proyek reklamasi telah merusak ekosistem laut. “Arus laut menjadi terganggu, biota laut rusak, nelayan terganggu, banyak kapal nelayan kandas kalau mau ke laut,” kata Dahlan.

Terkait dengan isu yang berhembus bahwa penolakan reklamasi untuk menjegal Gubernur  Ahok mencalonkan kembali pada Pilgub DKI 2017, Dahlan membantahnya. “Isu reklamasi bukan untuk menjerat Ahok, nggak ada persoalan, isu reklamasi yang merampas hak- hak nelayan seakan akan baru sekarang. Siapa pun gubernurnya, reklamasi harus ditolak,” kata dia.

Kerusakan Ekologi di Teluk Jakarta, tambah Dahlan, sangat besar. Hal itu terlihat dari jebolnya tanggul di utara Jakarta, beberapa waktu lalu. “Kerusakan ekologi di teluk Jakarta sudah tampak, laut diuruk, banjirnya meluas. Kamarin tanggul roboh (jebol) dianggap hanya karena musibah alam saja. Semuanya jelas, nggak abu-abu lagi,” ucap dia.

Dahlan bersama masyarakat Jakarta akan terus melakukan perlawanan terhadap proyek reklamasi. “Kami Walhi, Komunitas Muara Angke, dan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta masih terus berjuang menolak reklamasi Teluk Jakarta. Perluasan dukungan sedang berjalan, apalagi PTUN juga sudah mengabulkan gugatan kami,” tambah dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, mencari solusi persoalan reklamasi setelah mempelajari persoalannya. Untuk urusan reklamasi, pemerintah harus menjaga kredibilitas. “Solusi harus melihat kredibilitas. Tidak boleh rusak gara-gara kami tidak mematuhi apa yang sudah dijanjikan,” kata Luhut. (wok)



Apa Pendapatmu?