Menikmati Lezatnya Hidangan Tionghoa Peranakan

INDOPOS.CO.ID – BANGUNAN lama, pintu jendela hingga lantai antik menjadi penyambut pengunjung yang datang ke Kedai Sirih Merah. Tempat makan yang terletak di jalan Taman Kebon Sirih No. 5 itu memang mengusung masakan khas Tionghoa Peranakan.

Ini dipertegas di bagian dalam dari bangunan lama ini dihiasi lukisan dan keramik Tionghoa. Cermin gebyok yang dipajang menyiratkan kedekatan sang pemilik dengan budaya Jawa. Musik keroncong mengalun yang sepanjang waktu memperkental suasana lawas di restoran peranakan yang kerap disambangi oleh tamu ekpatriat asal Jepang ini.

General Manager Kedai Sirih Merah Sisca Leonita menuturkan, masakan di kedai yang buka mulai Januari Lalu ini memadukan masakan Tionghoa Peranakan dengan Indonesia, sehingga rasanya lebih pas untuk lidah orang Indonesia.

Sebagai pembuka, coba lumpia Semarang dan Lontong Cap Go Meh yang begitu ikonis.Di sini pengunjung bisa menikmati Ayam Sioh yang sudah jarang ditemui. Ayam yang dibumbui kecap manis, tamarinda, dan ketumbar. Hidangan peranakan lainnya adalah Baso Pengantin, Ngo Hiong, Ayam Goreng Kluwek, dan Laksa Penang. Cumi Cah Jagung Muda kerap dipesan karena kesederhanaan bumbu yang menonjolkan rasa gurih dan aroma saus tiram di dalamnya.

Baca Juga :

Gurihnya belacan bisa dinikmati di dalam Baby Buncis Bumbu Belacan. Agar lebih terasa cita rasa peranakannya, belacan dikirim dari Malaysia. Rasa dan aromanya tak tergantikab. Ada juga Ikan Bakar Pecah Kulit. Ikan laut berkulit garing ini dibaluri bumbu parape khas Makasar dan dibakar hingga kulitnya meretak. Ikan ini ditemani sambal dabu-dabu dan sambal kecap. Atau coba soka salad mangga yang segar.

Yang juara dari kedai ini adalah asam-asam iga sapi. Berbeda dengan hidangan asam-asam lainnya, menu asam-asam di sini dibuat menggunakan iga sapi. Semangkuk hidangan ini berisi potongan daging iga dengan kuah berwarna coklat, rasa asam yang kuat dan aroma kemangi yang semakin membuat makanan ini terasa nikmat. Rahasia kelezatan hidangan ini ternyata terletak pada penggunaan asam Jawa untuk menggantikan rasa asam buah belimbing wuluh. “Kalau asam iga di Kedai pakai asam Jawa, asam iga kalau yang lain asamnya pakai blimbing wuluh,” ujarnya..

Baca Juga :

Sebagai penyegar setelah makan hidangan berbumbu, coba Es Sirih Merah. Es serut yang menggunung ini dimeriahkan dengan manisan mangga muda, sirop, dan cincau. Ditambah dengan kucuran air jeruk lemon segar, sukses menyeimbangkan rasa manisnya. Bagi penyuka durian, es kotor durian kadi rekomendasi buat anda. Minuman ini dibuat dari kelapa koruptor asli dan durian asli. Untuk harga, kedai yang bisa menampung hingga 300 orang ini cukup variatif, mulai dari Rp 18 ribu sampai Rp 150 ribu. (dew)

 


loading...

Komentar telah ditutup.