Canangkan 2016 Inovasi Indonesia

INDOPOS.CO.ID – Kemampuan generasi muda bangsa Indonesia untuk menguasai teknologi dengan baik akan menentukan kemenangan dalam persaingan global di masa mendatang.  Penguasaan teknologi sangat diperlukan mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/8). ”Kita harus terus bekerja sama, bergotong-royong, sekali lagi bergotong-royong untuk berinovasi dalam teknologi. Teknologi yang mengubah pandangan dunia,” tegasnya.

Peringatan Harteknas ke 21 ini sekaligus mencanangkan 2016 dimulainya Tahun Inovasi Indonesia. Puan menambahkan, dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi, perlu sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah, antara pemerintah dengan swasta sehingga saling melengkapi. Kerja sama yang baik akan menguntungkan bangsa Indonesia ke depannya. ”Komitmen dan spirit kebersamaan dalam berkarya dan berinovasi untuk kesejahteraan rakyat harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Puan secara khusus mengapresiasi Presiden RI ketiga, B.J. Habibie yang dengan gemilang telah berinovasi di sektor penerbangan (aeronautika). Menko PMK mengingatkan kembali bahwa Kebangkitan Teknologi Nasional tak lepas dari peran Presiden Ketiga Habibie. ”Beliau lah yang semangat dengan inovasi-inovasi di bidang aeronautika,” ujarnya.

Baca Juga :

2020, Pemerintah Siap Salurkan Program Sembako

Mengutip pendapat Bung Karno, Menko PMK pun menegaskan agar bangsa Indonesia jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Dikisahkannya ihwal Habibie yang menuntut ilmu aeronautika ke Jerman atas perintah Bung Karno. Hakteknas merupakan buah dari gagasan B.J. Habibie semasa menjabat Menristek pada 1995 silam. Karena itu pada Hakteknas ke-21, Habibie dianugerahi Bapak Inovasi Nasional.

Sayangnya, sejak menemukan N-250 belum ada inovasi baru lagi di dunia penerbangan Indonesia. Padahal B.J. Habibie sendiri, lanjut Puan, sudah membuat setidaknya 20 prototype N-250. ”Sekarang katanya sudah ada N-219. Tentu saya berharap teknologinya lebih baik, bisa bersaing dengan maskapai lain di dunia internasional,” katanya.

Baca Juga :

Indonesia memang sudah berhasil melakukan riset dan pengembangan di bidang industri kesehatan, benih unggul, saran dan prasarana transportasi hingga alutsista TNI. Atas semua hal tersebut, tentu harus diapresiasi. Namun berbagai hal tersebut masih harus terus dikembangkan lagi ke depannya.

Peringatan Hakteknas tersebut juga dihadiri antara lain B.J. Habibie, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  M. Nasir, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjamoko dan Wali kota Solo F.X. Hadi Rudiyatmo.

Puan juga menjelaskan kalau saat ini pemerintah sedang meningkatkan pembangunan infrastruktur, irigasi, energi, pangan dan sebagainya. Sayangnya belum didukung peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Karena itu, pemerintah terus mempercepat upaya peningkatan kualitas SDM baik melalui perguruan tinggi mapun pendidikan vokasi dan politeknik.

Karena itulah pemerintah mengeluarkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi kepada penduduk miskin dan kurang mampu. ”Saat ini sudah ada 270.000 anak yang mendapat program Bidikmisi dari 121 perguruan tinggi negeri dan swasta,” kata Puan.

Pemerintah menyadari kebangkitan teknologi nasional dimulai dari kebangkitan mutu SDM-nya. Tanpa SDM yang unggul dalam pendidikan dan karakter, sulit meraih kebangkitan teknologi secara berkelanjutan. (nel/nas)


loading...

Komentar telah ditutup.