Profit Taking Kembali Nodai Indeks

INDOPOS.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tidak berkutik. Terpaksa parkir untuk kali ketiga beruntun setelah terpangkas 4,86 poin (0,09 persen) menjadi 5.419. Aksi ambil untung berlanjut menjadi mimpi buruk di tengah pergerakan Indeks menuju level psikologis 6.000.

Hal senada juga didera rupiah. Di pasar valuta asing (valas), nilai tukar rupiah terpotong 10 poin (0,08 persen) menjadi Rp 13.103 per dolar Amerika Serikat (USD). Itu terjadi setelah sepanjang perdagangan, rupiah beredar di kisaran Rp 13.098 hingga Rp 13.130 per USD.

Sejumlah analis mengungkap koreksi Indeks akibat faktor profit taking. Di mana, para trader kembali melakukan aksi ambil untung untuk merealisasikan keuntungan investasi. Memanfaatkan momentum sebelum koreksi lebih dalam. ”Sejatinya, Indeks masih dalam tren penguatan. Koreksi itu terjadi bersifat wajar karena apresiasi beberapa hari terakhir lumayan signifikan. Jadi, kalau dari segi teknikal, pergerakan Indeks masih bagus,” ungkap Analis Millenium Danatama Sekuritas M Al Amin.

Selajuntnya, bilang Al Amin, akan bergerak lebih baik. Dalam artian, aksi ambil untung mulai berkurang. Itu karena pelaku pasar lebih banyak melakukan transaksi beli terhadap sejumlah saham yang telah mengalami koreksi tajam. Kalau aksi beli lebih banyak dilakukan oleh investor, kemungkinan besar Indeks akan mencoba untuk melakukan teknikal rebound.

Baca Juga :

Karena itu, menyudahi pekan ini, Indeks dalam kalkulasi Al Amin akan mencoba beredar pada level terendah pada rentang support 5.346. Selanjutnya, akan mencoba untuk menembus posisi tertinggi di kisaran 5.458. ”Saya, rasa besok  Indeks kemungkinan menguat. Sentimen masih datang dari data positif ekonomi. Itu terbukti dari arus dana asing masuk masih belum terbendung,” tuturnya.

Berdasar data perdagangan kemarin, investor membukukan transaksi sebesar Rp 7,82 triliun dengan volume 10,56 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 39,4 miliar. Sebanyak 132 saham naik, 174 saham turun, dan 112 saham tidak bergerak. Sementara, 7 dari 10 sektoral melemah. Pelemahan terbesar dialami sektor pertambangan dengan tingkat pelemahan 1,56 persen.

Baca Juga :

Mayoritas indeks saham Asia bergerak menguat. Kondisi itu ditunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,18 persen, indeks Kospi Korsel naik 0,20 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,39 persen. Sebagian besar indeks saham Eropa bergerak menguat sejak pembukaan. Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,43 persen, indeks DAX Jerman surplus 0,34 persen, dan indeks CAC Perancis naik 0,23 persen. (far)


loading...

Komentar telah ditutup.