Sudah Ada 75 WP, Ayo Siapa Lagi!

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki mengharapkan seluruh masyarakat dalam hal ini wajib pajak di Sumsel agar mendaftarkan diri dan melaporkan hartanya kepada kantor pelayanan pajak baik bagi yang mendampatkan pengampunan maupun keringanan pajak dari pemerintah.

Menurut Ishak Mekki, hal ini sangat penting dilaksnakan masyarakat dengan penuh kesadaran, karena seperti yang kita ketahui pemerintah sedang mengalami kesulitan ekonomi, disamping itu pemerintah sendiri sedang menggalakkan pembangunan Infrastruktur, tentunya dana dari hasil pajak ini dipergunakan untuk percepatan pembangunan Infrastruktur.

“Semangat pemerintah dalam membangun ini harus didukung masyarakat salah satunya dengan memenuhi kewajibannya untuk ikut dalam program Tax Amnesty ,” ungkap Ishak Mekki saat membuka Sosialisasi Program Amnesti Pajak & Economic Outlook “Manfaat Peluang Investasi melalui BNI” diselenggarakan oleh Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Daerah Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Kamis (11/8).

Lanjut Ishak, program amnesti pajak ini disadari mungkin belum tersosialisasikan di seluruh masyarakar Sumsel. Untuk itu, dirinya mengharapkan kedepan agar dapat dibentuk tim khusus mulai dari perbangkan seperti BNI bersama konsultan Pajak dan instaansi terkait lainnya agar bisa lebih gencar melakukan sosialisasi di masyarakat, pengusahan dan Instansi lainnya.

Baca Juga :

“Dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri sudah dilakukan sosialisasi melalui masing-masing SKPD agar melaporkan harta kekayaan sesuai dengan apa yang dimiliki untuk mendukung program amnesti pajak,” terangnya.

Ishak Mekki menambahakan, sosialisasi ini cukup penting dalam upaya menampung dan menyalurkan berbagai pemikiran terhadap program amnesti pajak dan economic outlook  yang dihadapi, sehingga menyamakan sudut pandang sebagai suatu sikap bangsa dalam mengambil langkah memajukan perekonomian bangsa, serta sebagai bukti kreativitas positip dan gagasan peduli terhadap permasalahan bangsa yang kini sedang dihadapi bersama.

Menurutnya, dari sosialisasi ini dapat berlangsung dialog untuk lebih memahami arti pentingnya komunikasi yang lebih intens dibangun oleh semua kekuatan bangsa era reformasi dalam menghadapi perekonomian yang sedang dihadapi  bangsa.

“Tantangan tugas ke depan makin komplek dan memerlukan pemecahan bersama terutama dalam bidang Perekonomian, untuk mengakselerasi pembangunan khususnya di Sumsel,” ujarnya.

CEO BNI wilayah palembng Ryanto Wisnuardhy mengatakan, program amnesti pajak ini merupakan kesempatan bagi wajib pajak, baik perorangan maupun perusahaan untuk mendapatkan insentif berupa pengampunan pajak dengan membayar uang tebusan atas pelaporan harta yang dimilikinya.

Menurutnya, program ini mengajak semua masyarakat untuk membuktikan kecintaan dan rasa nasionalisme kepada Negara, dan ikut berpartisipasi dalam membangun Indonesia.

“Kita memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi seluruh peserta amnesti pajak dengan berbagai produk dari BNI, untuk amnesti pajak tebusannya sendiri mulai dari 2 persen sampai September, 3 persen sampai Desember dan 5 persen sampai dengan 31 Maret, untuk deklarasi yang artinya harta tersebut sudah ada di Indonesia, ” ujarnya.

Sementara, Kakanwil DJP Sumsel Babel M. Ismiransyah M Zain mengatakan, program amnesti pajak ini adalah program pemerintah yang harus disukseskan bersama demi kemajuan pembangunan Indonesia, semua wajib pajak yang akan mengikuti program amnesti pajak ini akan dijamin kerahasiaannya.

“Sekarang ini posisi terakhir sudah terdapat 75 wajib pajak yang terdaftar dengan nilai uang tebusannya sebesar Rp 11,2 milyar,” pungkasnya. (rel)

Komentar telah ditutup.