Indeks Betah di Zona Merah

INDOPOS.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan koreksi. Sejumlah indikator menguji level terendah di kisaran 5.406. Indeks mengonfirmasi bakal betah di zona negatif dengan indikatoretelah konsolidasi cukup lama di area overbought.

Peluang Indeks untuk terus tertekan masih cukup besar dengan range pergerakan 5.350-5.440. Apalagi, kemarin mayoritas bursa Asia ditutup melemah tipis. Hong Kong Exchanges & Clearing sebagai perusahaan exchange terbesar Asia minus 1,3 persen setelah mencatat laba semester pertama defisit 27 persen. Indeks Industri Jepang turun berkontraksi dengan turun 0,8 persen dari ekspektasi naik 0,3 persen.

Efeknya, Indeks ikut terpental 16.34 poin (0,30 persen) menjadi 5.423 dengan volume cenderung moderate. Penguatan sektor pertanian gagal menyangga kejatuhan Indeks setelah finance, consumer dan pertambangan tidak berkutik. Data penjualan mobil di ekspektasi meningkat sedang Indeks harga property anjlok 3,1 persen dari ekspektasi.

”Berdasar sentimen itu, Indeks masih akan  berlama-lama berdiam di zona negatif. Terlebih bursa Eropa dibuka lebih lemah setelah utilitas terbesar di Jerman membukukan kerugian di semester pertama di tahun ini. Data Francis melansir penurunan output industri dan harga minyak turun menjadi USD 42 per barel,” tutur Research Analyst Reliance Securities Lanjar Nafi.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Sentimen selanjutnya sambung Lanjar, datang dari seputar pinjaman baru dan persediaan uang Tiongkok dan indeks harga export import Amerika Serikat (AS). Kalau data Tiongkok dan negeri Paman Sam itu, tidak kunjung membaik, ancaman Indeks keluar dari kubangan koreksi bakal makin menjauh. ”Jadi, investor sebaiknya tetap konsentrasi dan perhatian setiap sentimen yang beredar di market,” ingat Lanjar.

Setelah Indeks mengalami koreksi lanjutan, nilai tukar rupiah malah menguat. Rupiah berbalik arah dengan apresiasi 14 poin (0,11 persen) menjadi Rp 13.113 per dolar Amerika Serikat (USD). Kemarin, investor bertransaksi Rp 10,02 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 6,09 triliun, negosiasi Rp 3,89 triliun, dan tunai Rp 33,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 177 miliar.

Baca Juga :

Sebanyak 6 dari total 10 indeks sektoral melemah, dipimpin sektor tambang turun 1,08 persen dan sektor barang konsumsi anjlok 0,73 persen. Indeks Nikkei225 Jepang minus 0,18 persen, sedang indeks Kospi Korsel menguat 0,04 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong terapresiasi 0,12 persen. Indeks FTSE100 Inggris defisit 0,21 persen, DAX Jerman turun 0,51 persen dan CAC Perancis menukik 0,35 persen. (far)


loading...

Komentar telah ditutup.