Rabu, 21 November 2018 11:35 WIB
pmk

Nasional

MA Bentuk Pansel Pilih Sekretaris Baru

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Mahkamah Agung (MA) akhirnya membentuk panitia seleksi (Pansel) untuk memilih sekretaris MA yang baru. Namun belum jelas kapan tim tersebut akan mulai bekerja untuk menseleksi calon yang layak untuk menduduki jabatan strategis itu. Juru Bicara (Jubir) MA Suhadi mengatakan, pansel sekretaris MA sudah dibentuk. Panitia itu dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 122/KMA/SK/VIII/2016 pada 4 Agustus lalu. "Dengan SK itu, pansel sudah mulai bisa bekerja," jelas dia saat dikonfirmasi kemarin (11/8). Ada lima orang yang menjadi anggota pansel. Dua dari internal MA, dua dari pemerintah, dan satu orang dari kalangan akademisi. Mereka adalah Suwardi, wakil Ketua MA bidang non yudisial, dan Sunarto, hakim MA. Sedang dari pemerintah adalah M Yusuf Ateh, deputi bidang RB, akuntabilitas aparatur dan pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan), dan Usman Gumanti, sekretaris utama Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Yang dari akademisi ialah Prof Dr Agus Yuda, guru besar fakultas hukum Universitas Airlangga (Unair). "Pak Suwardi sebagai Ketua pansel," terang Suhadi. Menurut dia, secepatnya mereka akan bekerja. Namun jadwal seleksi seleksi hanya pansel yang mengetahui. Dia belum mendapat informasi terkait seleksi calon sekretaris. Sekarang mereka masih melakukan rapat koordinasi untuk mematangkan seleksi jabatan penting di lembaga tinggi negara itu. Menurut dia, siapa saja boleh mendaftar asal memenuhi syarat yang ditentukan. Tentu mereka harus dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), selain itu kepangkatanya juga sudah mencukupi. Semua aturan sudah tercantum dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5/2016. Pegawai dari luar MA juga boleh mendaftar. Terkait dengan kapan dibuka pedaftaran, nantinya akan disampaikan pansel. Suhadi mengatakan, pansel akan menseleksi siapa calon yang layak menjadi sekretaris MA. Dia berharap, orang yang terpilih betul-betul mempunyai integritas. Dia juga bisa melakukan reformasi di tubuh lembaga tersebut. Jika sudah ada yang terpilih, nama itu akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan persetujuan. Jadi, keputusan akhir berada di tangan Presiden. Dia menyatakan, sebelum ada pengganti sekretaris baru, untuk sementara posisi strategis itu dijabat Aco Nur, kepala Badan Urusan Administrasi (BUA) MA. Dia menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekretaris MA sampai pejabat baru terpilih. Jadi, semua tugas sekretaris masih tetap berjalan walaupun belum ada penggantinya. Menurut Suhadi, tugas sekretaris tidak sampai terganggu. Pada bulan lalu, Nurhadi Abdurrahman mendadak mengundurkan diri dengan mengajukan pensiun diri dari jabatannya sebagai sekretaris MA. Nurhadi disebut-sebut terlibat dalam sejumlah kasus korupsi yang sekarang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kosongnya jabatan Sekretaris MA mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya dari mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas. Dia menyatakan, MA harus secepatnya mengisi jabatan kosong itu. "Harus secepatnya diisi. Tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama," kata dia. Sekretaris MA merupakan posisi sentral. Semua surat masuk melalui sekretaris. Dia juga mengurusi semua hakim dan panitera. Menurut dia, Sekretaris MA harus betul-betul orang yang mempunyai integritas yang tinggi. Jangan sampai pejabat yang dipilih adalah orang yang tidak jujur, karena akan merusak lembaga tinggi negara itu. "Harus punya akhlak yang baik," ujar Ketua PP Muhammadiyah bidang hukum dan HAM itu. Sudah saatnya dilakukan pembenahan di internal MA. Selama ini, banyak pejabat peradilan yang tersangkut kasus korupsi, baik hakim maupun panitera. Busyro juga meminta KPK untuk mengusut kasus yang melibatkan Nurhadi. Komisi antirasuah harus bergerak cepat untuk mengungkap mafia peradilan itu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga harus membantu KPK dalam melakukan pemeriksaan terhadap empat polisi yang menjadi saksi Nurhadi. "Kalau sebelumnya bertugas di Poso. Sekarang tugas sudah selesai. Empat polisi itu bisa ditarik untuk memudahkan pemeriksaan," terangnya. (lum)

TOPIK BERITA TERKAIT: #mahkamah-agung 

Berita Terkait

IKLAN