Headline

Agustus, Pembebasan Lahan Tol Belum Beres

Redaktur:
Agustus, Pembebasan Lahan Tol Belum Beres - Headline

INDOPOS.CO.ID  - Pembebasan lahan proyek jalan tol ruas Pemalang-Batang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dipastikan belum selesai akhir Agustus ini. Pasalnya, dari 23 desa yang terkena dampak proyek jalan tol Trans-Jawa, baru 5 desa yang selesai melaksanakan ganti rugi, dan tiga lainnya masih dalam proses musyawarah. Proses pembebasan lahan ini terkedala proses pemberkasan lahan atau pengumpulan data di lapangan, seperti ribetnya proses penelusuran hak waris atas lahan yang terkena jalan tol dan lahan-lahan yang sudah berpindah tangan karena jual-beli maupun diwakafkan. Bahkan, tidak sedikit tanah yang diwakafkan itu belum berakta wakaf, masih atas nama pribadi. Sekretaris Pelaksana Pembebasan Lahan Jalan Tol Kabupaten Pekalongan Wahyudi Widodo mengatakan, dari 23 desa yang terkena dampak tol, hingga kemarin baru lima desa yang sudah dibayarkan dengan nilai Rp 43,8 miliar. Kelima desa ini masing-masing Desa Surobayan, Karangdowo, Rengas, Tegalsuruh, dan Tegalontar. "Saat ini, Desa Purwodadi sedang melaksanakan musyawarah ganti rugi. Diharapkan untuk desa tersebut dapat selesai pembayaran pada awal September ini," kata dia, kemarin. Dijelaskan, Purwodadi merupakan satu dari tiga desa yang saat ini tengah melalui proses musyawarah ganti rugi. Nilai ketiga desa tersebut hampir mencapai Rp100 miliar, dengan total sekitar 200 bidang tanah. Widodo mengaku, pihaknya terkendala dengan pemberkasan-pemberkasan yang belum sempurna, seperti pewarisan yang belum tuntas, surat-surat yang hilang dan lain-lain. Sehingga, proses pembebasan lahan terhambat.  "Keberatan masyarakat di lapangan tetap ada. Misalnya, adanya tanah bangunan yang tertinggal, sumur yang belum dinilai, kandang ternak yang tidak terhitung, dan lain-lain," jelasnya. Berdasarkan data dari Bagian Pemerintahan Setda, lahan yang terkena jalan tol meliputi 2006 bidang tanah warga, 51 bidang tanah kas desa, 8 bidang tanah pemkab, 13 bidang tanah wakaf, 3 bidang tanah makam, 38 bidang fasilitas umum (fasum)/fasilitas sosial (fasos), dan 18 bidang lain-lain (PJKA, BRI, SD, lapangan). Tanah kas desa yang terkena jalan tol masing-masing di Desa Sijeruk (1 bidang), Desa Bulakpelem (13 bidang), Desa Tegalontar (1 bidang), Desa Purwodadi (3 bidang), Desa Klunjukan (3 bidang), dan Desa Sembungjambu (3 bidang). Selain itu, di Desa Babalan Kidul (14 bidang), Desa Jajarwayang (1 bidang), Desa Rengas (3 bidang), Desa Krangdowo (2 bidang), Desa Surobayan (2 bidang), dan di Desa Pegandon (6 bidang). Untuk tanah kas desa ini terdapat kesulitan mencari tanah pengganti dalam satu desa. (yan/jpg)      

TAGS

tol

Berita Terkait

Daerah / Percantik Jalur Mudik Lebaran

Nasional / Jalan Tol, Solusi dan Masalah

Nasional / Kontroversi Motor Masuk Jalan Tol

Nasional / Menhub Dukung Putusan MK

Nasional / Sepeda Motor Masuk Tol Mampu Tekan Angka Kecelakaan


Baca Juga !.