Headline

Usai Digagahi, Kekasih Gelap Dihabisi

Redaktur:
Usai Digagahi, Kekasih Gelap Dihabisi - Headline

INDOPOS.CO.ID - Gugup dan takut, itulah yang dirasakan Junaidi, 21 pelaku pembunuhan Nur Asih, perempuan yang ditemukan tewas mengambang di bantaran Sungai Ciliwung pada Minggu (24/7) lalu, saat menjalani pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP). Penyebabnya, pria asal Banjar Negara, Jawa Tengah ini melihat dan merasakan kehadiran korban di lokasi tersebut. Bahkan, untuk memeragakan lima adegan pembunuhan itu sejumlah personel Satreskrim harus berulang kami menenangkan tersangka. Tersangka, Junaidi mengaku melihat dan merasakan kehadiran korban itu setelah masuk dalam gubuk kecil di tebing Sungai Ciliwung tempat mereka selalu melakukan hubungan intim. Kata dia, wajah perempuan asal Kabupaten Batanghari, Jambi itu sangat menakutkan dengan mata melotot dan hendak menerkamnya. Akibatnya, Junaidi tidak tenang memperagakan reka ulang tersebut. ”Dia (korban, Red) ada dipojokan gubuk itu. Makanya sejak awal mau rekon saya sudah merasakan keganjilan. Ya jelas takut sekali karena mukanya seram sekali. Kalau bisa reka ulangnya di kantor polisi saja jangan di lokasi ini,” katanya kepada indopos.co.id usai pra rekonstruksi di Kampung Melati RT 03/030, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin (23/8). Pantauan indopos.co.is, dalam pra rekonstruksi pembunuhan Nur Asih ini tersangka dijaga ketat oleh delapan personel Satreskrim Polresta Depok. Para personel itu dipersenjatai lengkap dengan senjata api larang panjang. Ada tiga adengan singkat proses pembunuhan korban yang diperagakan tersangka. Mulai dari mengajak berkencan, memukul, mencekik dan melempar tubuh korban ke Sungai Ciliwung. Puluhan warga yang datang menyaksikan pra rekonstruksi itu pun sempat mencibir dan mengejek tersangka. Nur Asih dilempar dari ketinggian tebing dengan ketinggian sekitar 75 meter. Di tempat yang sama, Wakasatreskrim Polresta Depok, AKP Firdaus membenarkan kalau Junaidi ketakutan saat melakukan adegan pra rekonstruksi. Dirinya harus menenangkan pelaku selama 15 menit sebelum pra rekonstruksi dimulai. Alasannya, karena melihat bayangan Nur Asih, kekasih gelap yang dia bunuh. Firdaus menambahkan, pra rekonstruksi dilakukan untuk mencocokan keterangan awal tersangka dengan TKP pembunuhan. Dan selanjutnya untuk melakukan rekonstruksi ulang kasus itu pihaknya akan menyertakan jaksa penuntut umum dan pengacara tersangka. Dirinya berharap jika rekonstruksi rampung kasus itu segera disidangkan. (cok)

TAGS

Berita Terkait

Nasional / Pengancam Presiden Ditangkap

Daerah / Lompat ke Kali, Mangapul Ditemukan Tak Bernyawa

Banten Raya / Bogem Bawahan, Pejabat Kecamatan di Tangsel Dipolisikan

Banten Raya / Kencan Singkat Berujung Kematian

Daerah / Rusuh di Rutan Kelas IIB Siak, Polisi Tertembak


Baca Juga !.