Headline

Ekraf Bantu Motorik Anak

Redaktur:
Ekraf Bantu Motorik Anak - Headline

INDOPOS.CO.ID - Pekerjaan anak di bidang usaha ekonomi kreatif (Ekraf ) di ruma han dapat membantu melatih motorik anak. Jenis pekerjaan tersebut masih diperbolehkan dengan sya rat dikerjakan usai anak bersekolah dan tidak menganggu proses bela jar anak. ”Ada kategori pekerjaan yang ditolerir dapat dikerjakan anak misalnya, anak memasang motemote, payet-payet pada ekonomi kreatif,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa usai membuka gebyar kreatifitas anak di Ja karta, Selasa (23/8). Plt Direktur Anak yang juga Ka bagdik lit Kementerian Sosial (Kemen sos) Edi Suharto menambahkan, Ke mensos terus berkontribusi pada pro gram pemerintah bebas pekerja anak pada 2022 nanti. Salah satu program pengen tasan pekerja anak adalah melalui Program Keluarga Ha ra pan (PKH). Pasalnya, program terse but mencegah anak untuk turun ke ja lanan. Dikatakan Suharto, bantuan tunai bersyarat akan diberikan kepada orang tua dari keluarga sangat miskin. Salah satu syarat penyaluran ban tuan sosial tersebut adalah mela rang orang tua membiarkan anak tu run ke jalanan. ”Hingga akhir 2016 ada 6 juta keluarga penerima PKH. Ba yangkan saja, bila 1 keluarga ter da pat 3 keluarga, sudah ada 18 juta anak tercegah dari pekerja anak,” ujar Edi Suharto. Sebelumnya, Menteri Ketenaga kerja an (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan, berdasarkan pasal 1 ayat 26 UU No 13/2003 Tentang Kete naga kerjaan, pengusaha dilarang mempe kerjakan anak. Ini karena dapat mengganggu pertumbuhan anak baik secara fisik maupun mental. Pada 2016, menurut Hanif, Kemenaker menargetkan penarikan pekerja anak sebanyak 16.500 anak. ”Program penarikan pekerja anak untuk mendukung PKH,” ujarnya. Kegiatan tersebut, dikatakan Hanif, diprioritaskan pada anak bekerja dan putus sekolah dari keluarga sangat miskin (KSM). Lebih jauh, program ter sebut difokuskan di 24 provinsi dan 138 kabupaten/ kota. Pasalnya, dae rah tersebut angka pekerja anak masih tinggi, dan mereka dipekerjakan di kawasan industri. ”Kami akan li batkan kementerian/lembaga, LSM, International Labour Orga niza tion (ILO), serikat pekerja/serikat bu ruh, dan asosiasi pengusaha,” katanya. (nas)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.