Headline

Pecandu Tembus 155 Ribu Jiwa, Bentuk Kampung Antinarkoba

Redaktur:
Pecandu Tembus 155 Ribu Jiwa, Bentuk Kampung Antinarkoba - Headline

INDOPOS.,CO.ID - Perang terhadap narkoba terus dilakukan di Provinsi Banten. Wilayah yang berbatasan dengan DKI Jakarta itu saat ini cukup tinggi tingkat prevelensi pengguna narkobanya. Meski tidak sebanyak Jakarta, saat ini diperkirakan ada lebih dari 155 ribu pengguna aktif narkoba di provinsi tersebut. Sebagai wilayah yang langsung berbatasan dengan Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan tindakan preventif guna mencegah penyebaran narkoba di daerah tersebut. Salah satunya dengan membuat kampung antinarkoba yang dilengkapi satuan tugas (satgas) yang mengawasi aktivitas peredaran narkoba. Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tangsel, Salman Faris mengungkapkan pembentukan kampung antinarkoba itu merupakan peran serta masyarakat agar wilayahnya terhindar dari narkoba. Dia juga mengatakan, kampung antinarkoba pertama di Provinsi Banten itu dibentuk di Kampung Parung Benying, RW 03, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat. Kampung antinarkoba itu bakal dijadikan percontohan yang nantinya akan dibentuk di kampung-kampung lainnya di wilayah tersebut. ”Pembentukan kampung antinarkoba guna mempersempit ruang peredaran narkoba. Dengan pembentukan kampung antinarkoba pertama ini, semoga akan ada lagi kampung-kampung narkoba lainnya di Kota Tangsel,” terangnya saat peresmian kampung narkoba, Senin (22/8). Sementara, Kepala BNN Provinsi Kombespol Harru Febrianto mengungkapkan peredaran narkoba amat masif dilakukan para bandar. Bila tidak dicegah dengan serius maka penyebaran barang haram itu akan terus terjadi dan merusak generasi bangsa. ”Peredaran narkoba hampir terjadi di semua daerah tak terkecuali di Provinsi Banten. Peredaran narkoba dengan korban cukup banyak dan juga dampak kerugian yang cukup tinggi,” terangnya, kemarin (23/8). Yakni, selain kerugian kesehatan juga kerugian sosial yang nilainya sangat tinggi. Dia juga memaparkan, bila tidak dicegah maka suatu negara akan musnah tidak perlu dihancurkan dengan bom tapi cukup dengan narkoba. ”Saya perkirakan anggaran rehabilitasi untuk para pecandu di Banten bisa mencapai Rp 6,8 triliun,” paparnya juga. Sedangkan, Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan mengungkapkan ada tiga pendekatan kemasyarakatan, sosial dan fisik yang bisa dilakukan dalam memerangi kejahatan narkoba. ”Semua itu butuh kerjasama semua pihak,” terangnya. Dia juga mengatakan, dalam satu tahun Polres Tangsel menangani 135 kasus narkoba dengan total jumlah tersangka sebanyak 158 orang. ”Yang kami tangkap kebanyakan pengedara. Dari 158 itu, empat orang direhabilitasi. Ada pun dari 135 kasus narkoba itu, barang bukti yang kami sita terdiri dari ganja seberat 72,170 kg dan sabu-sabu sebanyak 843 gram. Dalam acara yang sama, Sekjen Gerakan Anti Narkoba Nasional (Granat) Irjen Pol (Purn) Tomas Yakobus mengatakan semua elemen masyarakat tidak terkeculai sudah terpapar narkoba. Barang haram itu sudah meracuni berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa dan orangtua sekalipun. ”Setiap hari 50 nyawa melayang di Indonesia akibat narkoba,” terangnya. Karena itu, pengawasan narkoba mulai tingkat RT, RW hingga kampung adalah tolok ukur pencegahan masuknya barang haram tersebut. ”Jika para tingkat RT, RW dan kampung semua warganya terjangkit narkoba maka NKRI akan hancur,” cetusnya. Dalam acara itu, Kepala BNN Kota Tangsel, AKBP Heri Istu Istiono mengungkapkan kalau di kampung antinarkoba itu ada 20 anggota satgas yang bertugas. Anggota satgas itu dibentuk untuk mengawasi peredaran narkoba di Kampung Parung Benying. ”Satgas ini memberikan sinyal kewaspadaan kepada warga jika ada bandar narkoba,” terangnya. Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyambut baik pembentukan kampung antinarkoba tersebut. Dia mengatakan kalau program kampung antinarkoba yang dibentuk di tingkat RW minimal dihuni sekitar 1.500 kepala keluarga (KK). ”Pencegahan narkoba harus mulai dari rumah, RT, RW, kelurahan, kecamatan dan tingkat kota. Saya berharap contoh kampung antinarkoba ini berhasil dikembangkan di semua RW di Kelurahan Serua lalu bertambah ke tingkat RW di daerah lain,” tuturnya. (yer)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / BNN Sita 200 Kg Sabu

Megapolitan / Ringkus Pengguna Narkoba di Rumah Kontrakan

Megapolitan / Modus Family Gathering, Pesta Narkoba Digerebek

Megapolitan / Jaringan Narkotika Abu Ditangkap 

Megapolitan / Pengedar Jaringan Internasional Ditangkap

Megapolitan / Pemilik Narkoba Lima Karung Sudah Dibekuk


Baca Juga !.