Nasional

Ratusan Gempa Susulan Guncang Italia, 247 Jiwa Tewas

Redaktur:
Ratusan Gempa Susulan Guncang Italia, 247 Jiwa Tewas - Nasional

INDOPOS.CO.ID – Gempa bumi susulan masih melanda Italia hingga kemarin (25/8). Jumlahnya ratusan. Menjelang subuh, dua guncangan berkekuatan 5,1 dan 5,4 skala Richter (SR) menambah parah kerusakan di lokasi bencana. Sejauh ini, korban tewas karena gempa 6,2 SR yang meluluhlantakkan Italia Rabu dini hari itu mencapai 247 jiwa. Angka diperkirakan merangkak naik karena pencarian masih berlangsung. ’’Kami tidur di dalam mobil dan gempa susulan terus melanda semalaman,’’ kata Monica, penduduk Kota Amatrice yang berhasil menyelamatkan diri saat bencana meruntuhkan kotanya. Selain Kota Accumoli, Kota Arquata del Tronto, dan Kota Pescara del Tronto, kota turis yang terletak di kaki pegunungan Apennine itu menanggung dampak kerusakan terparah. Sebab, sebagian besar wilayahnya rata dengan tanah. Seperti Monica, ratusan penduduk di sekitar episentrum (Amatrice) memilih bertahan di luar rumah. Mereka tidur di mobil atau tenda-tenda sederhana yang disediakan pemerintah setempat. Sebagian yang lain memilih tinggal di rumah dan kerabat di kota lain. ’’Kami sudah kehilangan rumah. Teman dan kerabat kami juga banyak yang mati. Kami sudah kehilangan segalanya. Bahkan, rasa takut kami juga,’’ ujar Monica. Wali Kota Arquata del Tronto Aleandro Petrucci mengatakan bahwa gempa telah merenggut 75 persen kotanya. Kini, Arquata hanya tersisa 25 persen. ’’Jika kami tidak segera mendapat pertolongan, Arquata akan lenyap,’’ ungkapnya. Hingga kemarin, sudah 57 orang dipastikan tewas karena gempa. Jumlah itu sangat mungkin bertambah karena pencarian korban belum berakhir. Kemarin Petrucci mengaku kesulitan mendata warganya. Itu disebabkan populasi kota resor yang terbagi menjadi 13 hamlet (setingkat dusun) tersebut selalu berubah. ’’Pada musim dingin, kota ini seperti kota mati. Nyaris tidak ada warga yang tinggal di sini. Tapi, jumlahnya meningkat menjadi dua atau tiga kali lipat pada musim panas,’’ terangnya. Pada musim panas yang identik dengan liburan, para pemilik vila di kota wisata itu selalu mudik. Mereka mengurus vila atau resor yang selalu kebanjiran tamu pada musim panas. Itulah yang membuat pemerintah setempat kesulitan mendata warganya di situasi darurat seperti sekarang. ’’Saat gempa melanda, sepertinya ada sekitar 300 orang di kota ini,’’ ujarnya. Fenomena yang sama terjadi di tiga kota lain yang porak-poranda karena gempa. Bahkan, di Pescara del Tronto, hanya ada empat keluarga yang tercatat sebagai penduduk tetap. Sisanya adalah penduduk musiman yang hanya datang di musim panas dan wisatawan. Maka, untuk mempercepat proses pencarian korban dan evakuasi, pemerintah mengimbau penduduk empat kota tersebut melaporkan kondisi terakhir mereka. ’’Kami harap mereka yang mengungsi ke kota lain bisa segera melapor. Dengan demikian, kami tidak perlu susah-susah menggali puing untuk menemukan korban di rumah atau bangunan yang memang tak berpenghuni,’’ ucap Petrucci. Selain sedikitnya 247 korban tewas dan sekitar 264 korban luka, ada puluhan warga yang beruntung. Mereka dievakuasi dari balik reruntuhan dalam kondisi selamat. ’’Misi penyelamatan dan pencarian korban tidak berhenti meski malam tiba. Kami baru akan menghentikan operasi ini setelah benar-benar tidak ada peluang untuk menemukan korban selamat,’’ tegas Immacolata Postiglione, salah seorang pejabat Civil Protection. Pasukan pemadam kebakaran, tim SAR, dan para sukarelawan juga masih melanjutkan tugas mereka di lokasi bencana. Mereka yakin masih ada korban selamat. (AFP/Reuters/BBC/hep/c17/any)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku

Internasional / Kaisar Akihito Lepas Takhta

Internasional / Halangi Pejabat Fatah Tinggalkan Jalur Gaza

Internasional / Pertimbangkan Usulan Pakta Nuklir AS

Internasional / Tambang Batu Bara Meledak, Lima Orang Tewas

Internasional / AS Hentikan Bantuan Militer ke Kamerun


Baca Juga !.