Nasional

Restocking Ikan Dukung Wisata Waduk Jatibarang

Redaktur:
Restocking Ikan Dukung Wisata Waduk Jatibarang - Nasional

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kelestarian sumberdaya alam (SDA) perairan. Untuk mendukung keberlanjutan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan penebaran kembali (restocking) ikan khususnya ikan lokal yang saat ini telah mengalami penurunan populasi di beberapa lokasi. Salah satunya di Waduk Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. "Ikan-ikan lokal dan asli Indonesia seperti ikan Tawes, Nilem, dan Udang Galah, dulu populasinya cukup banyak dan hidup serta berkembang biak di perairan umum. Tetapi seiring dengan waktu dan cara penangkapan yang belum sesuai kaidah yang benar, populasi ikan-ikan lokal tersebut menjadi menurun, bahkan mengalami kepunahan," ujar Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto saat melakukan penebaran ikan di Waduk Jatibarang, Kota Semarang, Kamis (25/8). Dia menambahkan, saat ini para peneliti sudah mampu menguasai teknologi pembenihan ikan-ikan lokal tersebut. Dengan demikian produksi benih yang dihasilkan dapat di-restocking atau ditebar kembali ke alam untuk memperkaya dan meningkatkan sumber daya perikanan di perairan umum. Sehingga, perairan umum baik itu sungai, danau maupun waduk dapat kembali menjadi tumpuan masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan dan juga gizi masyarakat. Dia mengatakan, ikan yang ditebar di Waduk Jatibarang ini merupakan ikan bandeng 100 ribu ekor, nilem 100 ribu ekor dan udang galah 100 ribu ekor. ”Jenis ikan yang di pilih merupakan ikan pemakan plankton dan tanaman air, dan memiliki trophic level yang berbeda, sehingga tidak bersaing satu sama lain, justru saling mendukung untuk keberlanjutan sumberdaya ikan di perairan," terang Slamet. Dia menerangkan bahwa ikan Bandeng yang memiliki kemampuan hidup di air tawar dan payau merupakan salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi. Demikian pula dengan ikan Nilem dan udang Galah, sehingga diharapkan setelah penebaran ini, masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis mampu menjaga kelestariannya. Harus disusun peraturan yang melarang penangkapan ikan yang bertelur dan dengan ukuran tertentu, sehingga ketersediaan ikan di waduk ini selalu terjaga dan masyarakat benar-benar mendapatkan manfaatnya. Disamping itu, penebaran ini akan meningkatkan daya tarik wisata di Waduk Jatibarang seperti wisata memancing atau menangkap ikan, menjaga kebersihan waduk atau disesuaikan dengan budaya setempat. "Bahkan bisa sebagai bagian dari wisata kuliner ikan, khususnya di Waduk Jatibarang," pungkas Slamet. (nel)

TAGS

kkp

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Pengadaan Keramba Kok Dikorupsi, Terlalu

Nasional / Susi Ingin Rekrut Lulusan Cum Laude

Nasional / Perlukan Pemetaan Produksi Sampah di Daratan

Nasional / Kapal Rumpon Filipina Bikin Ulah di Laut Indonesia


Baca Juga !.