Selasa, 20 November 2018 07:24 WIB
pmk

Jakarta Raya

Hidupkan Lagi Merpati Tahun Depan GMF Kelola Bisnis MMF

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - PT Garuda Maintenance Facility (GMF), anak usaha Garuda Indonesia bakal mengelola bisnis perawatan pesawat milik PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), yakni Merpati Maintenance Facility (MMF). Kerja sama itu dilakukan melalui pola operasional untuk meningkatkan kapasitas perusahaan. Penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dilakukan antara Dirut GMF Juliandra Nurtjahjo dan Dirut MMF Suharto, yang disaksikan Dirut Merpati Asep Ekanugraha dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN Aloysius, di Jakarta, Selasa (6/9). Menurut Aloysius, kerja sama ini merupakan langkah lanjutan dalam pelaksanaan restrukturisasi Merpati. Mulai dari kebijakan merumahkan karyawan, memberdayakan MMF, hingga ke depan mencari investor untuk menghidupkan kembali perusahaan. "Sinergi antara GMF dengan Merpati kerja sama-nya bersifat setara, saling mengisi sesuai dengan kapasitas masing-masing. Kami menyerahkan kemitraan kedua pihak secara bisnis (b to b)," tutur Aloysius. Sementara itu, Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjaho mengatakan, tertarik bersinergi dengan MMF karena dorongan dari pemegang saham dalam menyelamatkan Merpati. Kementerian BUMN menargetkan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan kembali beroperasi secara penuh pada tahun 2017 seiring dengan tuntasnya restrukturisasi usaha yang dijalankan perseroan. "Kita berharap 2017 sudah bisa terbang, dengan syarat dalam sisa waktu satu tahun ini sudah mendapat izin privatisasi dari Kementerian Keuangan dan mendapatkan investor yang bersedia masuk ke Merpati," sambung Aloysius. Menurutnya, sejak berhenti beroperasi pada Februari 2014, saat ini proses restrukturisasi Merpati sedang berlangsung, mulai penyelesaian merumahkan sekitar 1.500 karyawan. Bersamaan dengan itu, Pemerintah sebelumnya juga memberi suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menuntaskan restrukturisasi usaha sekitar Rp 400 miliar. Salah satu program konkret yang dilakukan saat ini adalah menggalang sinergi Garuda Indonesia dengan Merpati untuk melakukan kerja sama operasional antara Garuda Maintenance Facility (GMF) dan Merpati Maintenance Facility (MMF). "Ini langkah besar, MMF dikelola oleh GMF, untuk meningkatkan kapasitas bisnis perawatan pesawat di dalam negeri," katanya. Sedangkan langkah terakhir, selain menuntaskan utang perusahaan juga dibutuhkan investor yang bersedia menjadi pemodal Merpati. "Tidak mudah mencari investor untuk masuk ke dalam bisnis penerbangan dalam keadaan normal. Apalagi dalam kondisi terpuruk seperti Merpati," jujurnya. Meski begitu, dia optimistis pemegang saham mampu mencari investor karena Merpati masih memiliki kapasitas dan volume usaha yang bisa ditawarkan kepada pemilik modal. "Saat ini setidaknya sekitar 600-700 rute penerbangan belum terisi oleh maskapai yang ada saat ini, sehingga masih punya peluang pasar yang begitu luas. Hanya saja Merpati belum mendapat kesempatan pihak yang mampu membawa uang segar untuk menutupi defisit Merpati," ujarnya. Proses pencarian mitra strategis segera diumumkan kepada publik setelah mendapat izin dari Kementerian Keuangan termasuk restu dari DPR-RI. Calon investor bisa merupakan perusahaan penerbangan berskala investor bisa juga merupakan investor murni. "Kita akan buka seluas-luasnya, dengan kriteria yang kita tetapkan. Peminat bisa mengambilalih atau akuisisi saham hingga terdilusi 95 persen tidak masalah. Yang penting Merpati bisa hidup dulu," ujarnya. Terkait utang perseroan, Aloysius menambahkan, akan diberikan kemudahan bahkan bisa dimasukkan sebagai dalam pola debt to equity swap atau mengkonversi utang menjadi saham. Sejalan dengan itu menurut Aloysius, dalam pengoperasian Merpati juga harus mengembangkan bisnis seperti angkutan BBM terutama di pulau-pulau kecil di Indonesia Timur. "Syarat utamanya Merpati segera mendapat kembali izin terbang dari Kemenhub, serta tahap awal harus memiliki minimal lima unit pesawat. Rute sudah kita punya, tinggal menyelesaikan berbagai persyaratan saja," ujarnya. (chi/jpnn)  

TOPIK BERITA TERKAIT: #gmf 

Berita Terkait

GMF Bangun Pabrik Ban Pesawat

Ekonomi

GMF Targetkan Pendapatan 2018 Tumbuh 15 Persen

Indobisnis

IKLAN