Politik

PAN Sebut Yuliani Paris Pengganti Taufan Tiro

Redaktur:
PAN Sebut Yuliani Paris Pengganti Taufan Tiro - Politik

INDOPOS.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI Andi Taufan Tiro resmi ditahan oleh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alhasil, kini status sebagai wakil wakyat pun langsung diproses oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk segera dicari penggantinya.
"Untuk ke anggotaan dia di DPR sudah diproses oleh DPP PAN. Sekarang mungkin berkasnya udah sampai di KPU," kata Sekretaris Fraksi PAN di. DPR RI Yandri Susanto kepada indopos.co.id, Rabu (7/9).
Ia pun menegaskan bahwa dengan adanya percepatan proses Penggantian Antar Waktu (PAW) ini, maka Andi Taufan bisa fokus dalam penyelesaian kasus hukumnya di KPK.
"Ya sekali lagi kita prihatin atas kasus ini. Mudah-mudahan Bang Taufan diberikan kekuatan untuk fokus menghadapi persoalan hukum di KPK," tuturnya.
Lalu siapa penggantinya? Yandri secara tegas mengungkapkan bahwa penggantinya adalah peraih suara terbanyak kedua di daerah pemilihan Sulsel 2, yakni Andi Yuliani Paris.
"Pastinya suara ke dua Ibu Yuliani Paris," ungkapnya menambahkan.
Diketahui Andi Taufan ditahan oleh KPK pada Selasa (6/9). Andi diduga menerima suap terkait proyek pembangunan jalan di Maluku, yang dianggarkan melalui dana aspirasi anggota DPR.
Uang yang diberikan berasal dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir. Pimpinan Komisi V DPR RI sebelumnya menyetujui APBN TA 2016 yang didalamnya juga terdapat  proyek dari program aspirasi Andi.
Di antaranya, proyek Pembangunan Ruas Jalan Wayabula–Sofi senilai Rp 30 miliar dan Peningkatan Ruang Jalan Wayabula–Sofi senilai Rp 70 miliar.
Dalam dakwaan Abdul Khoir, Andi disebut memiliki total nilai proyek sebesar Rp 170 miliar.
Untuk seluruh proyek tersebut, Andi akan diberikan fee sebesar 7 persen dari nilai total proyek. Adapun, uang yang diterima Andi dari Abdul Khoir diduga mencapai Rp 7,4 miliar.
Andi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan beberapa orang tersangka. Dua di antaranya adalah anggota Komisi V dari Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti, dan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Golkar Budi Suprianto.
Sementara itu, Abdul Khoir yang disangka sebagai pemberi suap, telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. (dil)

TAGS

pan

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / PAN Ingin Gerindra dan PKS Jadi Oposisi

Headline / Pilpres Usai, PAN: Prabowo Pergi Tanpa Pesan

Politik / Perlu Ada Oposisi dalam Pemerintahan

Nasional / PAN Ingin Koalisi Pengusung Prabowo Sandi Tak Berakhir

Nasional / Putusan MK akan Menjadi Momentum Rekonsiliasi Nasional


Baca Juga !.