Politik

Gerindra Wacanakan Penambahan Kursi DPR

Redaktur:
Gerindra Wacanakan Penambahan Kursi DPR - Politik

INDOPOS.CO.ID -  Partai Gerindra mewacanakan penambahan kursi DPR RI tidak lagi 560 di periode 2019-2024 mendatang. Hal diaplikasikan dengan mendorong revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ahmad Reza Patria mengatakan, dalam revisi UU Pemilu banyak hal yang menjadi sorotan mulai angka PT, proporsional terbuka atau tertutup dan banyak lainnya. Bahkan, ada wacana jika di undang-undang yang baru bakal menambah jumlah anggota DPR. "Memang ada wacana jumlah anggota ditambah karena sejak 20 tahun belum ada perubahan dan penambahan. 1998 jumlahnya 560 sampai 2014 tetap 560," ungkap Riza Patria kepada wartawan, kemarin. Alasan menambah jumlah anggota DPR, ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu, karena jumlah penduduk Indonesia terus bertambah, tak hanya itu jumlah luas wilayah juga bertambah karena banyak wilayah dimekarkaan menjadi otonomi baru. "Sehingga dimungkinkan jumlah bertambah," katanya. Bertambahnya berapa? Riza Patria belum bisa memastikan karena, kara Reza, masih sebatas wacana dan usulan dari beberapa pihak untuk dimasukan dalam revisi undang-undang pemilu. "Bertambahnya berapa itu belum ketahuan lah. Nanti akan dibahas lebih jauh," katanya. Kendati usulan menambah jumlah anggota menguat, bekas calon wakil gubernur DKI ini belum bisa memastikan apakah semua pihak khususnya pemerintah, DPR, DPD setuju dengan wacana ini. "Masih perlu pembicaraan panjang, karena ada dua pendapat. Pertama, apakah kualitasnya ditingkatkan. Kedua, apakah kuantitas anggotanya ditambah." Selain masalah penambahan jumlah anggota, di dalam revisi nanti banyak yang perlu dibahas lebih dalam seperti angka PT yang perlu dinaikan, perdebatan proporsional terbuka atau tertutup, jumlah dapil. Karena itu, Riza mengharapkan agar pemerintah tak mengundur-ngundur waktu lagi dalam menyerahkan draf ke DPR, karena jika terlambat maka berakibat mundurnya jadwal pemilu. "Kita harapkan September ini sudah diserahkan. Jangan mundur lagi nanti repot karena banyak yang perlu dibahas," katanya. (aen)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.