Walhi Buktikan Reklamasi Rusak Lingkungan

INDOPOS.CO.ID – Kelompok aktifis dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menuding reklamasi Teluk Jakarta terbukti merusak lingkungan. Mulau dari hancurnya biota laut, dan juga musnahnya mangrove. Untuk itulah pemerintah didesak untuk merehabilitasi ekosistem Teluk Jakarta, bukan mereklamasinya.

“Janji kompensasi kesejahteraan bagi nelayan akibat reklamasi tak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang akan berdampak jangka panjang,” ujar Peneliti Pusat Kajian Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Pius Ginting, kemarin.

Dikatakan Pius, dampak dari reklamasi pertama, bahan material yang digunakan untuk reklamasi mencemari laut dan menutup permukaan laut dan merusak ekosistem laut. Kedua, dampak pada nelayan adalah berkurangnya akses dan lahan tangkap para nelayan.

“Dengan tertutup reklamasi, wilayah tangkap nelayan menjadi tertutup. Pun, jika nelayan memang diizinkan untuk berlayar pada 12 mil lepas pantai belum tentu mendapatkan tangkapan yang lebih banyak,” kata dia.

Baca Juga :

Lebih lanjut, dalam segi lingkungan reklamasi menyebabkan tertutupnya mulut sungai sebagai lajur aliran air dari kota menuju laut. Hal ini menyebabkan sirkulasi air menjadi terhambat dan Jakarta akan semakin berpotensi banjir.

Menurutnya, sedimentasi yang dibawa oleh arus sungai akan semakin tertahan pada bibir sungai dan tak bisa mengalir akibat reklamasi. Hal ini membuka peluang meluapnya aliran air pada perkotaan. Pius menilai rencana reklamasi sedari awal memang bertentangan dengan konsep desentralisasi kota. Pembangunan wilayah semestinya dikembangkan secara merata di daerah daerah. Mengingat Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi pulau yang besar.

Baca Juga :

Namun sudah terlanjur dilakukan reklamasi, Pius menilai kedepan pemerintah harusnya tetap tidak melakukan reklamasi. Lahan yang saat ini ada akan lebih baik digunakan sebagai penghijauan dan penanaman mangrove. Hal tersebut jauh lebih berdampak positif ketimbang melanjutkan reklamasi untuk keperluan properti.

Manajer Penanganan Kasus dan Emergency Response Edo Rakhman, mengatakan tetap akan mencari upaya hukum untuk menghentikan proyek reklamasi tersebut. “Secara nasional, kami akan tetap kampanyekan untuk menghentikan reklamasi. Sejalan dengan proses hukum di Makassar dan wilayah lain, ini menjadi bahan kampanye kita, tidak hanya di level nasional tapi juga international,” ujar Edo.

Dia menekankan, khusus di Jakarta, apapun yang menjadi keputusan pemerintah, Walhi dan aktivis lain yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Akan terus bergerak. Mereka percaya, wilayah pesisir patut dipertahankan sebagai wilayah tangkap nelayan tradisional.

Karena itu, Walhi akan mendorong pemerintah baik pusat atau provinsi untuk melakukan rehabilitasi ekosistem Teluk Jakarta, bukan reklamasi. “Kalau dikatakan tanah Jakarta makin menurun, seharusnya mencari cara bagaimana mengurangi beban pengerusakan yang terjadi di ekosistem Teluk Jakarta,” jelas Edo. (wok)

Komentar telah ditutup.