8 Tahun Lalu Sudah Pamit dari Lintasan

indopos.co.id,  Masih ingat dalam ingatan seorang Rini Budiarti, 33 tahun, Pasca-PON Kaltim 2008, dia sudah pamitan gantung sepatu. Saat itu, ibu satu anak itu mendulang tiga emas pertamanya di ajang PON. Bagi dia, saat itu adalah masa yang tepat untuk dia berpisah dengan lintasan. NURIS AP-ARI G, Bogor

RINI Budiarti merupakan salah satu sosok veteran di cabor atletik PON XIX/2016. Hal tersebut mengacu keikutsertaan Rini dalam ajang multievent empat tahunan itu sejak edisi Jakarta 1996 silam. Saat itu, Rini masih membela tanah kelahirannya, Jogjkarta. Keinginan untuk pensiun dari lintasan atletik yang sempat terlontar pada 2008 silam seakan menjadi doa tersendiri.

Baca Juga :

Alihalih mau pensiun, kini dia masih dipercaya pelatnas atletik Indonesia untuk terus berkiprah di ajang internasional. “Saya gak mau bilang mundur lagi, mengalir saja, kalau memang harus berhenti ya sudah,” katanya kepada koran ini Kamis sore (24/9).

Kebahagian tak terkira dirasakan Rini setelah mengungguli rekannya sesama atlet Jakarta, Triyaingsih di nomor 5000 meter putri Sebelum PON kali ini, tahun lalu Rini masih mampu mendulang medali buat Indonesia di ajang SEA Games di nomor andalannya halang rintang 3000 meter putri.

Baca Juga :

Dampak PSBB, Volume Kendaraan di Ibu Kota Anjlok

Demikian halnya untuk saat ini, ibunda Zahfier Utiarachman (7 tahun) itu memfokuskan diri untuk memberikan sumbangsih medali buat kontingen Jakarta, provinsi yang dia bela sejak PON 2012 lalu. Sebagai atlet modern, Rini memang kerap berganti daerah, alasannya adalah faktor pekerjaan dan keluarga. Dia memperkuat Jogjakartapada edisi 1996 dan 2000.

Lalu menjadi tumpuan Jawa Tengah pada 2004 Palembang, dan bergeser di Kalimantan Timur 2008. Tetapi sejak menikah 2007 silam, Rini memilih untuk menetap di Jakarta Timur. Terlebih dia juga menjadi PNS fungsional Kemenpora pada 2012 silam. “Seiring juga ada tawaran untuk memperkuat Jakarta,” lanjut dia. Rini mengatakan regenerasi di nomor jarak jauh yang ditekuninya kurang berjalan dengan maksimal. “Apa saya harus pensiun dulu biar yang lain bisa muncul,” katanya dengan nada bercanda.

Baca Juga :

Hadeuh, Pijat Plus Langgar PSBB

Tentu, pernyataan itu seakan memancing juniornya untuk memperlihatkan kemampuan di lintasan atletik. Dia tidak mau sepeninggal dia dari lintasan, pelari jarak jauh Indonesia tidak mampu bersaing di kancah internasional minimal SEA Games. Sebagai wanita yang juga menjadi ibu rumah tangga, Rini juga memiliki kewajiban untuk mengurus rumah. “Inginnya juga bisa nambah momongan,” terang istri Jemi Utiarachman tersebut “Ketika saya hamil lagi itu menjadi moment untuk rehat sejenak,” imbuhnya.

Namun dia menekankan untuk berusaha kembali ke lintasan lagi jikalau masih dipercaya pengurus. Agung Mulyawan, asisten pelatih pelatnas lari jarak jauh menerangkan kalau pada dasarnya usia atlet di nomor seperti Rini cukup lama. “Nomor ini berbeda, selagi ada kemauan buat mbak Rini untuk tetap berlatih saya rasa dia masih bisa bertarung,” ujarnya. Setidaknya hingga Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia nantinya. (*)

Komentar telah ditutup.