63,8 Persen Anak di Pasaman Barat Menderita Karies Gigi

INDOPOS.CO.ID-Permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak seringkali terabaikan. Kebanyakan anak-anak suka mengonsumsi makanan yang manis dan tidak menyikat gigi secara rutin. Akibatnya banyak yang mengalami karies gigi, atau lebih sering disebut dengan gigi berlubang.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pasamaan Barat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 1.600 siswa sekolah dasar di Kab. Pasaman Barat (20/09). Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 63,8 persen anak menderita karies gigi.

Baca Juga :

”Mengingatkan anak-anak akan pentingnya kesehatan gigi mereka memang sulit, namun sosialisasi akan hal itu harus terus dilakukan,” ujar Budi Susilawati, HMD. Kep Seksi Prom.Kes Kab. Pasaman Barat. ”Anak-anak itu suka malas menggosok gigi,” tambahnya.

Menyadari bahwa anak-anak perlu didampingi dalam masa pertumbuhan, JAPFA mengadakan kegiatan Kampanye Gizi JAPFA4Kids. Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk mengingatkan anak-anak akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

”Sebagai generasi penerus, anak harus dibekali dengan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan demi mendukung tumbuh kembang mereka,” tutur VP Head of Public Relations PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk R. Artsanti Alif. ”Kami ingin mendampingi penerus Indonesia melalui kegiatan yang terintegrasi,” tambahnya.

Sehari sebelumnya (19/09), anak-anak mendapatkan pembekalan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gizi Seimbang, dan P3K dalam pelatihan Dokter Kecil. Pada materi PHBS anak-anak juga diingatkan akan pentingnya menyikat gigi secara teratur dan bagaimana cara menggosok gigi yang benar.

Baca Juga :

Perjuangan Mencari Sinyal

Setelah pemeriksaan kesehatan, setiap anak juga mendapatkan Buku Rapor Kesehatanku yang berisikan informasi kesehatan untuk anak di sekolah dasar. Buku yang dikemas dengan gambar dan bahasa yang sederhana memberikan pengetahuan kesehatan dengan menarik untuk anak-anak.

Orangtua juga dapat ikut memantau perkembangan anak melalui isian dalam buku rapor tersebut. ”Diharapkan dengan pengetahuan yang diberikan, anak-anak dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya dan meningkatkan kesadaran sesama akan pentingnya kesehatan,” jelas Artsanti.

Tidak hanya kepada anak-anak, para karyawan dan kepala sekolah juga mendapatkan Pelatihan Tata Kelola Sekolah berbasis 5S untuk lingkungan sekolah yang lebih bersih dan nyaman. Bagaimanapun kesehatan anak berhubungan erat dengan kebersihan. Oleh karena itu, Kampanye Gizi menjangkau seluruh warga sekolah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat.

Dengan dukungan dari seluruh elemen sekolah terutama guru dan siswa, maka hidup bersih dan sehat tidak hanya menjadi wacana tetapi menjadi budaya. Tidak berhenti disini, JAPFA juga terus mengawal anak-anak di Kab. Pasaman Barat selama 5 bulan ke depan dengan pemberian paket gizi tambahan dan sosialisasi 5S.

JAPFA berkomitmen untuk mendampingi anak-anak Indonesia dalam pertumbuhannya. Sejak tahun 2008, Kampanye Gizi JAPFA4Kids bertema Anak Indonesia Sehat dan Peduli Gizi dilaksanakan untuk terus mengawal generasi penerus Indonesia, dan kini telah menyentuh 613 sekolah dengan 106.732 anak dan 6.823 guru.

Sebagai perusahaan agribisnis termuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perairan serta produksi vaksin hewan, JAPFA akan terus mendukung generasi penerus Indonesia, sesuai dengan visi perusahaan ’Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama’. (wsa)

Komentar telah ditutup.