Nasional

AKAHI: Sosialisasi SNI Belum Maksimal

Redaktur:
AKAHI: Sosialisasi SNI Belum Maksimal - Nasional

INDOPOS.CO.ID–Sosialisasi SNI yang dilakukan pemerintah sepertinya belum maksimal. Terbukti masih banyak kasus yang menyebabkan kerugian besar. Salah satunya ledakan yang diakibatkan kebocoran gas LPG yang menimbulkan kerugian harta benda dan korban jiwa. Hal tersebut dikemukakan Ketua Harian Asosiasi Industri Karet Hilir Indonesia (AKAHI), Rully Sofyan. Menurut Rully berita ledakan kompor LPG sesungguhnya bukan tabung LPGnya yang meledak. Tetapi pada umumnya disebabkan oleh terjadinya  kebocoran gas antara katub, valve dan regulator. ”Tabung LPG telah dirancang dengan cermat yang mampu menahan  tekanan gas pada saat LPG terpapar terik matahari, benturam saat pengisian, penyimpanan, distribusi dan pemakaiannya,” katanya. Sesungguhnya, terang Rully,  pemerintah telah melakukan persiapan yang matang saat hendak menerbitkan kebijakan konversi kompor minyak tanah menjadi kompor LPG. Demi keamanan penggunan kompor LPG di masyarakat , semua kompor LPG yang terdiri tabung LPG, katub atau valve, karet perapat (rubber seal), regulator, selang gas dan , kompor , telah diterbitkan SNI nya dan diperlakukan wajib. Tidak boleh ditawar-tawar lagi. Ada indikasi sosialisasi SNI wajib pada komponen kompor LPG belum maksimal. Karena masih banyak warga masyarakat yang tidak mengetahui bahwa SNI wajib diterapkan pada tabung LPG, katub rubber seal, regulator, selang dan kompor. Kalapun ada masyarakat yang mengetahui pemberlakuan  SNI wajib ini, masyarakat belum mengetahui ciri-ciri produk yang berSNI tersebut,” katanya. ”Perusahaan yang memproduksi , mengimpor dan/atau mengedarkan karet perapat, rubber seal yang tidak memenuhi ketentuan dimaksud pasal 2 ayat 1 dikenai sanksi pidana sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 3  Tahun 2014 tentang Perindustrian,” katanya. (ash/jpg)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.