Nasional

Dukungan Jokowi di Pilpres 2019 Bertambah

Redaktur:
Dukungan Jokowi di Pilpres 2019 Bertambah - Nasional

INDOPOS.CO.ID-Meski dianggap terlalu dini untuk memunculkan calon presiden (capres), namun langkah yang dilakukan Partai Golkar dalam mengusung Joko Widodo (Jokowi) ternyata juga diikuti oleh Partai Republik.  Partai yang tidak lolos dalam Pemilu 2014 ini juga menetapkan Jokowi sebagai capres sebagaimana keputusan hasil kongres kelima. "Selain telah menetapkan kepemimpinan partai yang baru. Partai Republik turut menetapkan Bapak Jokowi untuk menjadi capres pada Pemilu 2019," kata Ketua Umum Partai Republika terpilih Mayjen (Pur) Dr Suharno periode 2016- 2021 di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) malam. Di dalam kongres yang juga menetapkan Heru B. Arifin sebagai sekjen, Suharno menegaskan sikap bahwa Partai Republik akan menjadi wadah militan relawan Jokowi. "Meskipun kami bukan partai parlemen, Partai Republik akan menjadi pendukung militan yang akan mengawal Pak Jokowi sampai ke Istana kembali pada 2019," cetusnya. Menurutnya, Partai Republik akan menjadi kekuatan baru pada Pemilu 2019. Kekuatan relawan adalah kekuatan rakyat. "Kita akan bergerak bersama-sama rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa," tutupnya. Sebelumnya dukungan terhadap Jokowi untuk menjadi presiden kembali juga diberikan oleh Golkar. Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov), saat membuka Rapat Pimpinan Nasional 2016 Partai Golkar dalam pidato politiknya mengatakan, partainya bakal mengusung kembali Joko Widodo dalam pemilihan presiden pada 2019 depan. Rekomendasi Musyawarah Nasional Luar Biasa, kata Setya, memintanya untuk membangun komunikasi politik dengan Presiden Jokowi. "Maka saya harap rapimnas sudah dapat mengambil keputusan untuk mendukung pencalonan Pak Jokowi di 2019," kata Setya di Jakarta Conventions Center, Rabu 27 Juli 2016 lalu. Pernyataan Setya Novanto mendapat seruan meriah dan gegap gempita dari peserta rapimnas yang terdiri dari kepengurusan di tingkat pusat dan daerah. "Setuju!" kata ratusan peserta bergemuruh ketika Setya menanyakan kesimpulan yang dilontarkan. Menurut Setya, partai berlambang Pohon Beringin ini bakal menghadapi tantangan politik dengan adanya pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden dan legislatif secara serentak. "Politik kebangsaan akan jadi garis politik Golkar," tandasnya. Setnov mengatakan, kondisi saat ini akan mengubah cara sosialisasi politik Golkar pada tingkat daerah. Dia berharap rapimnas ini bakal menentukan strategi pemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden secara terpadu di 2019. "Ini akan mempengaruhi pemilih," kata dia. Ini adalah Rapimnas Partai Golkar pertama setelah rekonsiliasi melalui Munaslub Golkar. "Kami adakan lebih awal karena banyak agenda yang strategis yang perlu disikapi," kata Setnov. (dil)  

Berita Terkait

Ekonomi / Hary Tanoe Bertemu Jokowi, Bahas Pembangunan Ekonomi RI

Kesra / KRPI Dukung Revisi PP Pengupahan

Hukum / Polri Kantongi Identitas Pemilik Akun @Opposite6890

Nasional / Harga Membaik, Karet Bisa untuk Aneka Bahan Industri dan Aspal

Nasional / Presiden Restui Pabrik Ban Berdiri di Sumsel

Nasional / PKH Lahirkan Generasi Muda yang Kompetitif


Baca Juga !.