Nasional

Perkembangan Global Solusi RI Hadapi MEA

Redaktur:
Perkembangan Global Solusi RI Hadapi MEA - Nasional

INDOPOS.CO.ID-Indonesia dalam dua dasawarsa terakhir makin terintegrasi dengan perkembangan masyarakat global yang kompetitif. Partisipasi Indonesia dalam kawasan perekonomian bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan contoh aktual perannya dalam pergaulan internasional. Ditambah, keterbukaan sistem informasi dan kompetisi global merupakan tantangan bagi masa depan Indonesia untuk terus mampu mempertahankan kepentingan nasional. "Perkembangan globalisasi menunjukkan pentingnya kapasitas suatu bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan persaingan di tingkat global," ujar Thomas Setiabudi Aden, pengamat Sosial Ekonomi di Jakarta, Minggu (25/9). Secara tidak langsung, lanjut Aden, MEA juga dapat meningkatkan suhu perekonomian Indonesia. Meningkatnya kompetisi dalam bidang ekonomi tentunya akan memacu para pelakunya untuk bekerja keras mengatasi dampak persaingan. "Para pelaku bisnis akan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya untuk tetap bertahan di tengah persaingan bisnis" ujarnya. Menurut Aden, MEA juga dapat mendorong peningkatan ekspor dan impor dengan adanya sistem yang bebas tarif dan bebas hambatan, dimana peningkatan ekspor akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar ASEAN. "Kebutuhan dalam negeri juga akan lebih mudah diperoleh dengan mudahnya pemasukan barang dari luar negeri," papar Aden. Ditambah lagi, kata peserta  PPRA Lemhanas  LV/96 itu, MEA dapat mendorong pertumbuhan investasi asing yang dapat memperkuat ketahanan modal di dalam negeri. Karena itu, untuk menambah daya tarik dalam bidang investasi ini, diperlukan peran pemerintah dalam memberlakukan regulasi yang tidak membatasi ruang gerak investor asing. Namun, lanjut Aden, adanya MEA juga memiliki dampak negatif seperti dari sisi kompetisi, eksploitasi, ketenagakerjaan, dan sebagainya. "Untuk mengurangi dampak-dampak yang dihasilkan MEA, Indonesia perlu membuat langkah-langkah seperti sistem ekonomi nasionalisme atau merkantilisme," tegasnya. Selain itu, untuk menangani dampak arus bebas investasi, Indonesia dapat memberikan syarat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia. "Jadi perlu membuat langkah-langkah seperti sistem ekonomi nasionalisme yang berakar dari kedaulatan rakyat. Sebab, kekuatan lokal di Indonesia adalah ujung tombak kemandirian bangsa," pungkasnya. (aen)

TAGS

Berita Terkait

Ekonomi / Harga Emas Naik Tipis

Ekonomi / UKM Taklukkan Market AS

Daerah / Kontrak Baru Wika Ditargetkan Rp 66,74 Triliun

Nasional / Pemerintah Dipuji Tumbuhkan Ekonomi

Nasional / Ekspor dan Investasi Pertanian Meningkat

Ekonomi / Pemodal Buru Aset Emerging Market


Baca Juga !.