Nasional

Pengusaha Desak Jamu Masuk Industri

Redaktur:
Pengusaha Desak Jamu Masuk Industri - Nasional

INDOPOS.CO.ID- Pengusaha jamu nasional mengharapkan RUU Jamu segera disahkan dan memasukkan jamu dalam ranah industri, bukan lagi hanya kesehatan dan pariwisata. "Jika kami masuk perindustrian, industri jamu bisa sangat berkembang. Saat ini potensi pasar senilai Rp 27 triliun per tahun, bisa digenjot 10 kali lipat atau sebesar Rp 300 triliun jika masuk perindustrian," ungkap Charles Saerang, ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) kepada wartawan, kemarin. Padahal, lanjut Charles, pasar luar negeri menyukai produk Indonesia. PT Njonja Meneer misalnya mengekspor sekitar 15 juta hingga 20 juta kapsul senilai Rp 500 miliar per tahun. Charles menambahkan, industri jamu nasional perlu ditata ulang agar tetap bertahan. Salah satu masalah penting adalah perihal pasokan bahan baku. Selama ini pasokan bahan baku jamu dikuasai trader dan mafia. "Semua regulasi didekati dari masalah kesehatan, tetapi kurang didukung untuk pengembangan industri. Industri membutuhkan dukungan pemerintah untuk memperkuat industri dan logistik sehingga pasokan bahan baku tidak dikuasai mafia," ungkap Presiden Direktur PT Njonja Meneer. Sementara itu, Lauw Ping Nio (Njonja Meneer) yang merupakan nenek Charles memperoleh gelar tanda kehormatan Satyalencana Kebudayaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta, Jumat (23/9) malam lalu. Penghargaan yang diberikan kepada Lauw Ping Nio itu karena dianggap sebagai perintis pengembangan jamu tradisional menjadi produk industri sehat. "Saya tentu sangat senang Njonja Meneer memperoleh penghargaan Satyalencana Kebudayaan. Ini akan memacu industri jamu untuk lebih berkembang," ujar Charles. Penghargaan itu, sambungnya, bisa menjadi pemicu semangat pelaku industri jamu yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jika tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, industri jamu Indonesia bakal hanya tinggal nama. Charles menjelaskan, sejumlah permasalahan kian mendera industri jamu nasional, seperti  masih maraknya jamu ilegal, produk obat jamu, serta semakin ketatnya aturan yang diberlakukan pemerintah terkait dengan isu kesehatan. (adn)  

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Di Kawasan Ini Marak Aneka Parsel Lebaran

Megapolitan / Masyarakat Buka Peluang Bisnis Takjil

Megapolitan / Menengok Sentra Pembuatan Barongsai di Bogor

Ekonomi / Pegadaian Kolaborasi dengan Tokopedia Tawarkan Investasi Emas

Indotainment / Luna Maya Sibukkan dengan bisnis

Nasional / Peluang e-Dagang Masih Besar


Baca Juga !.