Pemerintah Janjikan Perbaikan DAS dan Relokasi Warga Banjir Bandang

INDOPOS.CO.ID– Kerusakan lingkungan tidak hanya terjadi di kawasan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kawasan yang terkena banjir bandang seperti Garut juga merupakan dampak dari ulah para perusak lingkungan. Karena itupenegakan hukum lingkungan diminta dilakukan lebih keras. Sementara itu, kerusakan yang ada saat ini segera diperbaiki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kamis (29/9), Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi bencana di Garut. Salah satu tempat yang diatangi adalah tanggul di Lapangan Paris yang berada tepat di samping sungai Cimanuk. Lokasi tersebut sempat menjadi salah satu tempat dengan korban terbanyak di Garut. Bangunan di sekitar tanggul sudah rata dengan tanah. Sementara, saat ini tanggul tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Baca Juga :

Asep dan Segelas Kopi

Kemudian, Presiden menemui para pengungsi di Terminal Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Selain menyapa para pengungsi, Presiden juga menyerahkan 2.200 paket bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa yag terdampak. Secara terpisah, di Sumedang juga diserahkan 319 paket perlengkapan sekolah. Juga ada bantuan paket bahan pokok, di luar bantuan logistik berupa selimut, pembalut, makanan, susu bayi, dan alas tidur.

Jokowi menuturkan, perbaikan sudah mulai dilakukan oleh KLHK sejak di kawasan hulu. ’’Sudah turun ke lapangan dan juga akan dilakukan proses-proses dalam rangka konservasi lahan,’’ terangnya usai mendatangi RSU dr Slamet Garut. Selain itu, penataan ruang juga dilakukan agar vegetasi di kawasan hulu tdiak sampai hilang.

Presiden juga sudah mendapatkan laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk di kawasan hulu  menjadi faktor utama penyebab banjir bandang di Garut. Kawasan tersebut telah rusak akibat penggunaan lahan secara ilegal dan penambangan pasir.

Terkait kerusakan lingkungan tersebut, Presiden menyebut penegakan hukum yang keras sebagai satu-satunya solusi. ’’Saya perintahkan tindakan hukum dari Kapolri untuk para perusak lingkungan yang menyebabkan banjir bandang seperti yang terjadi di Garut,’’ lanjutnya. Perintah itu berlaku untuk tindakan perusakan di seluruh tanah air.

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.