Nazar Sebut Dirjen Berstatus Tersangka e-KTP

INDOPOS.CO.ID – Mantan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat M Nazaruddin mengaku diperiksa sebagai saksi korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik untuk dua tersangka.

Terpidana suap Wisma Atlet Palembang itu menjelaskan, dua tersangka yang dimaksud adalah ialah pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP dan direktur jenderal. ”Saya kan diperiksa untuk dua orang tersangka. Ya PPK sama dirjen,” kata Nazaruddin usai diperiksa, Kamis (29/9) sekitar pukul 18.35.

Baca Juga :

KPK Jangan Tebang Pilih Menguak Kasus e-KTP

Seperti diketahui, KPK baru menetapkan satu tersangka yakni PPK Sugiharto. Namun memang Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya sempat mengisyaratkan akan ada tersangka baru e KTP. Namun, belum jelas siapa tersangka yang dimaksud.

Nazaruddin saat dikonfirmasi siapa dirjen yang ia maksud tidak memberikan jawaban. Dia hanya mengangguk saat dikonfirmasi apa benar yang dimaksudnya ialah mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman.

Menurut Nazaruddin, dalam pemeriksaan kali ini ia dicecar soal aliran dana korupsi proyek e-KTP. ”Masalah mark up tentang proyek e-KTP, terus uang mengalir ke Irman, mengalir ke (mantan) Mendagri (Gamawan Fauzi),” katanya.

Namun, Irman usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu mengaku tidak tahu soal kabar KPK menetapkannya sebagai tersangka. Lebih lanjut, Nazar sebagai pembongkar kasus ini diam saat ditanya soal dugaan keterlibatan mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Baca Juga :

Dia langsung mengalihkan pembicaraan dengan menyebut nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang akan diperiksa dalam kasus e-KTP. ”Jadi mungkin nanti Mas Anas bentar lagi bakal dipanggil ke sini,” kata Nazaruddin. (boy/jpnn)

Komentar telah ditutup.