Dahlan Iskan Apresiasi Kerja Keras Pegawai Pajak

INDOPOS.CO.ID-Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, turut mengapresiasi proram tax amnesty (TA) di akhir periode pertama. Dia mendatangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I, untuk menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH), Jumat (30/9).

Kedatangan mantan CEO Jawa Pos Group ini ditemani putranya Azrul Ananda dan Dirut Jawa Pos Koran Leak Kustiya, Dahlan mengaku sudah menyelesaikan administrasi 10 hari yang lalu, namun karena dia berada di luar negeri baru dapat menyerahkan SPH di hari terakhir periode pertama. Bahkan dia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi wajib pertama yang melaporkan harta, sayang karena kesibukan dia justru jadi yang terakhir.

Baca Juga :

“Saya salut dengan teman perpajakan yang lembur, kemarin sampai 22.00, dan hari ini (30/9) sampai pukul 24.00 untuk melancarkan kesuksesan TA,” ujarnya.

Pria yang juga pengusaha media ini menyebutkan, sejak diresmikannya program TA, dia langsung menyuruh stafnya untuk mengurus segala urusan terkait pelaporan harta ke DJP. “Saya tidak hafal peraturannya bagaimana, jadi saya komunikasi dengan staf, tapi karena saya kemarin ada di Mongolia jadinya baru dapat ke sini,” tambahnya.

Baca Juga :

Dahlan mengaku tidak menemui kendala dalam melaporkan hartanya. Karena sebelumnya dia sudah memiliki pengalaman menjadi seorang menteri yang harus melaporkan total harta kekayaan. Namun, karena di TA menyangkut dengan pajak, jadi ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan. Menurutnya, sebagai seorang publik figure, dia memiliki kewajiban untuk memberi contoh yang baik.

“Ini bukan berapa banyak harta saya, tapi bagaimana saya memberi kepercayaan kepada masyarakat bahwa pimpinan juga mengikuti program pemerintah,”paparnya.

Baca Juga :

Dia memisalkan pengampunan pajak ini sebagai pengampunan dosa. Jika seseorang berbuat dosa maka dia akan taubatan nasuha. Sama halnya dengan hal ini, jika dia sebelumnya tidak membayar pajak, maka dia dapat pengampunan berupa TA. “Maka ini saya anggap, saya dosa dan harus baca istighfar untuk tidak dosa lagi,” katanya sambil tertawa kecil.

Apresiasi tinggi dia berikan kepada Direktorat Pajak. Dengan keahliannya dia kembali mengibaratkan bahwa pengusaha atau orang kaya di Indonesia seperti ayam. Lalu bagaimana ayam-ayam tersebut tidak hanya dibiarkan berkeliaran saja, harus ditangkap namun tidak dibunuh.

“Lalu kita mengharapkan ayam tersebut dapat bertelur tiap tahun. Bahkan bertelur sepanjang masa. Jika hal itu terjadi maka akan luar biasa. Kepercayaan dunia Internasional kepada Indonesia juga akan meningkat yang berdampak pula bagi masyarakat. Dan ini sudah terbukti, di mana belakangan ini rupiah telah menguat,” ujarnya.

Kepala kanwil Dirjen pajak I Estu Budiarto mengaku cukup puas dengan perolehannya saat ini. Dia yang sebelumnya ditantang oleh Kepala DJP pusat untuk menghimpun dana Rp 10 triliun, kini sudah mendekati. Hingga Jumat (30/9) pukul 13.00, dana yang telah diperoleh sekitar Rp 7,2 triliun. Dia mengharapkan, pada pukul 24.00 WIB malam tadi, memperoleh Rp 8,5 triliun.

“Saya cukup puas di periode pertama ini, saya pribadi menargetkan Rp 5 triliun, tapi sejauh ini sudah melebihi dan saya harap sampai pukul 24.00, Rp 8,5 triliun tercapai,”terangnya.

Suasana Kanwil pajak sendiri daripantauan Radar Surabaya cukup ramai pada Jumat (30/9). Parkiran mobil sampai tidak mampu menampung mobil. Setiap harinya, hampir 800 wajib pajak datang ke Kanwil DJP Jatim I.

Sementara itu, Pemerintah Provisi Jawa Timur berharap berharap hasil yang diperoleh dari program TA ke depan dapat bermanfaat untuk mendorong perekonomian daerah khususnya di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), infrastruktur dan pariwisata.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang Ipul mengatakan jika dilihat dari PDRB Jatim, sebanyak 54 persen telah ditopang oleh sektor UMKM. Artinya kekuatan ekonomi daerah di Jatim ini berasal dari UMKM. “Kami ingin dengan adanya TA pada periode pertama ini, sektor UMKM dapat pinjaman modal yang sangat murah. Sekarang Jatim sudah ada tawarkan program bunga 6 persen untuk petani. Kalau bisa ya menyaingi Malaysia lah dengan bunganya rendah hanya 4 persen,” katanya dalam Sarasehan Forum Jurnalis Ekonomi Bisnis Surabaya tentang manfaat TA, kemarin.

Dia memaparkan dari 20 juta angkatan kerja, yang diserap sektor formal hanya 6 juta orang, sisanya merupakan pekerja informal yakni UMKM dan koperasi. “Inilah yang menjadi benteng kita, makanya pembiayaan modal harus yang murah, kalau bisa UMKM bebas pajak atau pajak rendah,”tandasnya.(*/no/jpg)

Komentar telah ditutup.