Mendagri Kritisi Masalah Terkini Sebagai Tantangan Bagi Pemerintah Indonesia

INDOPOS.CO.ID – Lebih dari 70 tahun merdeka Indonesia masih bermasalah di segi kebutuhan pokok warga. Misalnya dari segi pangan, Provinsi DKI Jakarta saja membutuhkan 23 ribu ekor sapi per bulan untuk konsumsi masyarakat.

Sementara sapi lokal dari berbagai daerah hanya bisa memenuhi 30 persennya saja. “Sedangkan 70 persen masih impor dari Australia,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat bertemu ibu-ibu Dharma Wanita di Senayan, Jakarta, Selasa (4/10).

Baca Juga :

Tak hanya pangan, mantan Sekjen PDIP ini menyoal masalah kebutuhan papan di Indonesia. Menurutnya, tak sedikit masyarakat yang tuna wisma di negaranya sendiri. Setelah lama merdeka, kata dia, negara ini baru bisa memenuhi kebutuhan sandang masyarakat, belum pangan dan papannya.

Berikutnya terkait persoalan di dunia pendidikan, Mendagri menyatakan bahwa pagu APBN sebesar Rp 2000an triliun lebih dialokasikan sebesar 20 persen untuk itu. Namun, kualitas pendidikan di tanah air masih menimbulkan keraguan karena minimnya sarana prasarana. Terlebih kondisi sekolah di luar Jawa yang jauh dari pantauan.

“Selain masalah kebutuhan masyarakat dan pendidikannya, ada hal lain yang harus diperhatikan, yakni ancaman lain negara kita,” ujar dia.

Menurut Tjahjo, ada 4 ancaman di negara ini. Pertama adalah narkoba, kedua ketimpangan sosial, ketiga masalah korupsi dan keempat persoalan terorisme serta radikalisme. Inilah yang menjadi peran dari DWP melalui ibu-ibu sebagai mitra kerja pemerintah. Dalam pemerintahan itu, mulai dari Presiden sampai desa/kelurahan tegak lurus.

Baca Juga :

Tes SKB CPNS Berpedoman Protokol Kesehatan

“Di dalammya ada Dharmawanita. Organisasi perempuan ini harus kasih pemahaman ke masyarakat, khususnya ibu-ibu dan anak-anak untuk menghindari masalah tadi. Persoalan soal bahaya-bahaya masalah yang menjadi ancaman negara,” demikian Tjahjo. (adn)

Komentar telah ditutup.