Memburu Uang Pajak ke Negeri Sakura

INDOPOS.CO.ID-Direktur Perpajakan Internasional John Hutagaol mengungkapkan, kini pemerintah terus berupaya menjaga momentum tax amnesty yang baik untuk tetap ada pada periode kedua.

“Yang ikut periode pertama kembali mengikuti pada periode kedua. Sebab, masih ada kesempatan untuk memperbaiki dan melakukan amnesti pajak dari periode pertama,” ujarnya di Jakarta (4/10).

Baca Juga :

Empat Nakes Positif, Puskesmas Ditutup

John melanjutkan, potensi penerimaan dana dari program tax amnesty pada periode kedua terbilang cukup besar. Termasuk dari UMKM yang tarif tebusannya flat 0,5 persen.

Terpisah, di Kementerian ESDM, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengaku pergi ke Jepang untuk bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, menteri luar negeri, kamar dagang industri Jepang, dan menteri infrastruktur, hari ini (5/10).

Baca Juga :

Lurah Benda Baru Cuma Disanksi Potong Gaji

Perjalanan dinas itu bertujuan menyukseskan program tax amnesty. Menurut dia, banyak uang Indonesia di Negeri Sakura tersebut. Karena itu, pemiliknya perlu diajak untuk mengikuti pengampunan pajak. Lalu, dicari mitra untuk menggarap sektor infrastruktur dari uang yang kembali ke dalam negeri tersebut.

’’Pemerintah tidak mau hanya BUMN yang menggarap. Presiden bilang harus ada private sector,’’ jelasnya.

Baca Juga :

Dukung Kick Boxing ke SEA Games 2021

Nah, Luhut menuturkan bahwa perusahaan Jepang menjadi salah satu yang diharapkan dapat memperkuat infrastruktur Indonesia. Misalnya, pelabuhan diberikan porsi untuk bagian penimbangan barang. ’’Jepang diminta ikut proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya, listrik, dan maritim,’’ terangnya.

Dia optimistis WNI di Jepang tertarik ikut tax amnesty lantaran tingginya animo masyarakat pada tahap pertama. Dia menyebutkan, sumbangan dari warga Indonesia di sana justru bisa membuat uang tebusan Rp 100 triliun. (dee/dim/ken/c16/sof/jpg)

Komentar telah ditutup.