Jaksa Sebut Keterangan Ahli Toksiologi dari Jessica Menyesatkan

INDOPOS.CO.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan sejumlah kesimpulan sebelum ?membacakan tuntutan terhadap Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10).

Satu kesimpulan Jaksa di antaranya menyetakan Wayan Mirna Salihin tewas karena racun sianida. Adapun keterangan ahli Toksiologi Kimia Universitas Indonesia Dr Budiawan yang dihadirkan pihak terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam persidangan menyesatkan.

Baca Juga :

Budiawan dalam kesaksiannya beberapa waktu lalu menyebut bahwa jumlah racun sianida dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna seberat 7400 mg perliter dapat menyebabkan seluruh pengunjung Kafe Olivier pingsan. “Ucapan dari saksi ahli Budiawan sangat menyesatkan,” ujar JPU Ardito Muwardi dalam persidangan, Rabu, (5/10).

Menurut Ardito, ahli yang dihadirkan pihaknya telah melakukan percobaan tersebut. Dengan komposisi zat dan kondisi lingkungan yang sama, percobaan tidak menyebabkan kolapsnya pengunjung sidang.

Baca Juga :

Percobaan tersebut dilakukan Puslabfor Polri Kombes Pol Nursamran Subandi dan ahli Toksiologi Universitas Udayana, I Made Agus Gelgel Wirasuta. “Kami menanggapi bahwa pernyataan ahli ini keliru, tidak seperti yang dilakukan Dr Nursamran terlebih dengan disertai uji coba langsung,” katanya.

Dalam ujicoba Dr Nursamran bebarengan dengan panelis, tidak tercium bau yang menyengat.

Baca Juga :

Mendagri Ikuti Perkembangan Kasus Jessica

Dr Budiawan menurut jaksa kurang mengerti reaksi kimia? sehingga berpandangan jumlah sianida yang ditaruh dalam gelas dapat berdampak terhadap seluruh pengunjung sidang. “Asumsi Budiawan menyesatkan. Seorang sarjana kimia harus mengerti pharmacokinetics,” katanya. (rmn)

Komentar telah ditutup.