Rabu, 17 Oktober 2018 02:03 WIB
pmk

Headline

Lima Hari Pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Tidak Dapat Air Bersih

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Ribuan warga yang tinggal di Kampung Lebak, RT 04/02, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengalami kesulitan air. Sudah lima hari belakangan ini, warga sulit mencari air bersih. Pasalnya, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi terhenti. Akibat berhentinya aliran air bersih sejak Sabtu (1/10) lalu, membuat warga harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih yang dibawa truk tanki milik PDAM Tirta Bhagasasi. ”Jadi setiap pagi dan sore, kami mendapatkan air bersih dari mobil tanki yang keliling di sekitar desa kami,” terang Ropiah, 45 warga Kampung Kaum Lebak, (5/10). Dia juga mengatakan, pemberian air bersih itu membuat dirinya terbantu. ”Ya lumayan sih mas, tiga galon udah terisi air. Ini untuk mandi dan nyuci pakaian,” ujarnya juag. Dia menambahkan, matinya air PDAM Tirta Bhagasasi tidak dia ketahui penyebabnya. ”Pokoknya sudah lima hari, kran air rumah tidak keluar,” cetusnya. Senada juga diungkapkan Mahendra, 32, warga Kampung Bengek, Desa Simpangan yang mengaku terpaksa mengantre untuk mendapatkan air bersama puluhan ibu-ibu Kampung Kaum Lebak. ”Air PDAM di rumah saya sudah lima hari nggak ngalir bang. Saya terpaksa tidak kerja karena keluarga belum mandi. Istri juga kelelahan karena kemarin bawain galon isi airnya. Sekarang saya yang gantian nyari air bersih untuk mandi,” kata pria beranak satu. Mahendra berharap air PDAM Tirtha Bhagasasi segera mengalirkan ke rumahnya. Apalagi di areal rumahnya sedang terkena pemadaman listrik, setelah PT PLN melakukan pemadaman bergilir. ”Kabarnya, penyebab air mendadak berhenti ini gara-gara ada pipa di dalam tanah yang pecah,” ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Lemah Abang, Amung mengatakan matinya air di sejumlah pemukiman warga akibat kebocoran pipa yang sampai sekarang belum ditemukan titiknya. ”Prediksi kita kebocoran pipa lebih dari satu batang,” jelasnya. Dia mengakui pihaknya sudah menemukan titik kebocoran dan melakukan berbagai cara untuk segera mengatasi kebocoran tersebut. Titik samping dan depan jalan raya juga sudah digali. ”Tetap saja kondisi air bocor ini keluarnya dari atas di bawah coran,” ucapnya. Dia juga mengaku perbaikan pipa yang bocor itu memang membutuhkan kehati-hatian. Lantaran bila tidak perbaikan itu akan merusak pipa milik instansi lain. ”Jadi kita melakukan perbaikan ini akan mengganti dengan pipa yang baru,” ungkapnya juga. Sedangkan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, Esep Rahman Salin mengatakan, setidaknya ada 100 ribu pelanggan yang terkena dampak kebocoran pipa di Tegal Gede. Pasalnya, kebocoran itu mengakibatkan pasokan air yang seharusnya 380 liter per detik berkurang menjadi 360 liter per detik. ”Kami butuh waktu menghentikan aliran yang bocor,” terangnya. Usep menambahkan, pihaknya sempat menemukan kendala dalam memperbaiki pipa yang bocor itu. Lantaran pipa yang bocor itu berada di dalam tanah dan berdekatan dengan pipa gas milik Pertamina. ”Pengerjaannya harus hati-hati,” terangnya juga. Meski begitu, untuk membantu warga mendapatkan air bersih Usep mengaku sudah mengerahkan empat truk tangki setiap hari ke rumah warga di daerah Cikarang Utara dan sekitarnya. ”Perbaikan pipa bocor tetap berlanjut dan air untuk kebutuhan pelanggan juga teraliri,” tandasnya. (dny)    


TOPIK BERITA TERKAIT: #pdam 

Berita Terkait

IKLAN