SKK Migas Pangkas Pekerja Asing

INDOPOS.CO.ID– Peningkatan kegiatan operasi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) membuat jumlah pekerja migas lokal meningkat tajam. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja asing konstan.

Berdasar data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), jumlah pekerja migas WNI meningkat tajam dari 21 ribu orang pada 2006 menjadi 31 ribu orang pada 2015. Pada kurun waktu yang sama, jumlah ekspatriat menurun dari 1.069 orang menjadi 1.022 orang.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengakui, pihaknya menjaga jumlah ekspatriat di bidang migas agar tidak lebih dari 4 persen sejak delapan tahun silam. Kini persentasenya sekitar 3 persen. Hal itu menunjukkan bahwa pekerja migas Indonesia memadai untuk menggarap sektor tersebut. Komitmen itu tetap dijaga meski Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah diberlakukan.

Untuk meningkatkan kapasitas pekerja lokal, SKK Migas telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Hulu Migas yang rajin menyelenggarakan sertifikasi kompetensi pekerja migas lokal. Kini lembaga tersebut melakukan sertifikasi profesi supply chain management dan pengawas lifting.

Baca Juga :

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menilai jumlah pekerja di migas, pertambangan, dan listrik belum mencukupi kebutuhan pasar. Sebab, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan sertifikasi kompetensi yang ada belum bisa memenuhi tuntutan kompetensi industri.

Berdasar data Kemenaker, kini terdapat 572 jumlah SKKNI di sembilan sektor industri dan jasa. Tantangan terbesarnya adalah sarana pelatihan dan instruktur. Untuk mempercepat, dibutuhkan pelatihan kerja yang diselenggarakan industri.

Baca Juga :

Teluk Bintuni Miliki Varian Kopi yang Unik

’’Di Eropa dan negara-negara Skandinavia, dunia usaha menyumbang 70 persen pada percepatan peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja,’’ ungkapnya. (dim/tyo/c15/noe/jpg)

Komentar telah ditutup.