Penertiban Sasar Reklame di JPO

INDOPOS.CO.ID – Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menertibkan reklame yang menempel di dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta Selatan, (7/10) malam. Penertiban dilaksanakan setelah petugas menemukan reklame-reklame tersebut membahayakan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, dua reklame dibongkar lantaran menempel di jembatan. “Kami mulai di tiga lokasi dulu,” ujar dia, kemarin. Reklame-reklame yang menempel di tiga lokasi itu juga tidak berizin.

Baca Juga :

Indonesia Tetap Dukung Perjuangan Palestina

Andri menambahkan, papan reklame yang menempel di tiga JPO itu juga menutupi pandangan pengguna jembatan. “Struktur reklame juga menumpuk dengan railing,” pungkasnya.

Dalam catatan dinas, terdapat 75 papan reklame di JPO yang dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta. Dari jumlah itu, hanya tujuh reklame yang memiliki izin dari Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah DKI Jakarta.

Baca Juga :

BWF Prioritaskan Protokol Kesehatan

Sebelumnya, papan reklame yang menempel di JPO Pasar Minggu rubuh dan menelan korban jiwa pada 24 September 2016 lalu. Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang sedang turun. Tiga orang meninggal dunia dan 7 korban lainnya mengalami luka-luka.

Terkait kejadian itu, Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut. Apakah ada unsur kelalaian atau faktor cuaca.

Baca Juga :

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Fadhil Imran mengatakan, pihaknya segera melakukan gelar perkara. “Kami masih tunggu hasil laboratorium forensiknya,” ujarnya.

Penyidik yang datang ke lokasi mengamankan sejumlah potongan-potongan besi untuk penyelidikan. Secara kasat mata, terlihat bekas korosi pada potongan jembatan tersebut.

Dalam rangka penertiban reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Tim Penertiban Terpadu Penyelenggaraan Reklame akan melakukan hal-hal sebagai berikut, pada tahap awal akan dilakukan pelaksanaan pembongkaran reklame di 3 (tiga) lokasi.

Tiga lokasi tersebut adalah JPO Sumur Bor Jakarta Barat (sudah dibongkar Kamis 6 Oktober 2016 lalu), menyusul JPO Pondok Indah, Jakarta Selatan dan JPO SDN Rawajati 03 Jakarta Selatan, Kamis (7/10) malam.

Pelaksanaan pembongkaran reklame di JPO Busway Sumur Bor Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat akan dilaksanakan pada Kamis, 6 Oktober 2016 dimulai pukul 20.00 WIB sampai selesai.

Sedangkan pelaksanaan pembongkaran reklame di JPO Reguler Jl. Buncit Raya Warung Jati Barat, Jakarta Selatan dan JPO reguler Pondok Indah Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan akan dilaksanakan pada Jumat, 7 Oktober 2016, pukul 21.00 WIB sampai dengan selesai.

Dalam penertiban itu, akan disaksikan Walikota Kota Administrasi Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Penataan Kota, Dinas Pelayanan Pajak, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan Transportasi dan Kepolisian.

Pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dengan menutup sebagian ruas jalan yang dilakukan pembongkaran sedangkan sebagian ruas lainnya masih dapat dilalui kendaraan.

Selanjutnya, secara bertahap akan dilakukan pembongkaran reklame JPO di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta yang tidak berizin dan tidak sesuai dengan syarat teknis bangunan reklame.

“Dihimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan atau menghindari ruas jalan tersebut selama pekerjaan berlangsung, serta mematuhi petunjuk petugas di lapangan dan rambu – rambu lalu lintas yang ada,” tutup Andri. (ibl)

Komentar telah ditutup.