Fokus

Kesehatan Raja Bhumibol Adulyadej Mulai Tak Stabil

Redaktur:
Kesehatan Raja Bhumibol Adulyadej Mulai Tak Stabil - Fokus

INDOPOS.CO.ID Penduduk Thailand silih berganti mendatangi Siriraj Hospital Bangkok. Mereka datang sambil membawa foto Raja Bhumibol Adulyadej dan mendoakan kesehatannya. Jumlah kunjungan tersebut meningkat setelah pihak istana Minggu malam (9/10) mengabarkan bahwa kondisi raja tidak stabil. Rakyat takut raja mereka tidak selamat. Bhumibol menderita gagal ginjal. Kondisinya tidak stabil setelah menjalani prosedur untuk persiapan hemodialisis dan mengganti slang yang membantu mengeringkan cairan dari tulang belakang Sabtu (8/10). Proses tersebut ternyata membuat tekanan darahnya turun drastis. Setelah proses cuci darah, dokter memberikan beberapa obat dan memasang ventilator agar tekanan darah Bhumibol kembali normal. Saat ini tim dokter memonitor kondisi raja. ’’Tim medis memonitor gejala-gejala yang dialami raja dan memberikan penanganan secara hati-hati. Sebab, gejala keseluruhan penyakitnya belum stabil,’’ ujar pihak istana. Kondisi kesehatan Raja Bhumibol yang menurun terungkap pada 2011. Saat itu putri bungsunya, Putri Chulabhon, menyatakan bahwa ayahnya jatuh pingsan setelah mengalami pendarahan internal lantaran stres memikirkan krisis banjir yang terjadi saat itu. Pernyataan lain secara resmi tentang kesehatan sang raja jarang dikeluarkan. Terutama jika kabar buruk. Seluruh berita mengenai kesehatan raja dimonitor ketat. Biasanya pernyataan dikeluarkan jika kondisi raja membaik, bukan sebaliknya. Meski begitu, baru-baru ini pihak istana cukup sering mengeluarkan pernyataan tentang kondisi raja 88 tahun tersebut. Sejak setahun lalu, raja menjalani berbagai perawatan di Siriraj Hospital. Dia kali terakhir terlihat di muka publik pada 11 Januari. Saat itu Bhumibol menghabiskan beberapa jam untuk mengunjungi Grand Palace di Bangkok. Awal bulan ini, istana memberitahukan kondisi raja yang membaik setelah mengalami infeksi saluran pernapasan. Gara-gara kabar kondisi kesehatan raja yang memburuk tersebut, pengusaha tak tenang. Bursa saham Thailand saat ditutup kemarin (10/10) merosot 3,5 persen. Angka itu merupakan penurunan yang paling tajam dalam sebulan ini. Menurut para pengusaha, jika raja yang paling lama bertakhta di dunia tersebut tiada, kondisi perekonomian di Thailand bakal tidak stabil. (AFP/Reuters/BBC/sha/c16/any)

Berita Terkait

Internasional / Kaisar Akihito Lepas Takhta

Internasional / Halangi Pejabat Fatah Tinggalkan Jalur Gaza

Internasional / Pertimbangkan Usulan Pakta Nuklir AS

Internasional / Tambang Batu Bara Meledak, Lima Orang Tewas

Internasional / AS Hentikan Bantuan Militer ke Kamerun

Internasional / Venezuela Tunjuk Dewan Baru Citgo, Guaido Presiden Sementara


Baca Juga !.