Fokus

Kekuatan Informasi Haji: MCH Pernah Raih PR Society Awards

Redaktur:
Kekuatan Informasi Haji: MCH Pernah Raih PR Society Awards - Fokus

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) intensif dalam melakukan reformasi haji dan umrah melalui pendekatan media informasi maupun sosialisasi.

Gencarnya media informasi haji melalui beberapa kanal baik itu melalui pemberitaan dan layanan informasi haji di www.haji.kemenag.go.id maupun media sosial haji dengan nama acoount informasi.haji di facebook dan account @InformasiHaji di twitter melakukan tanyajawab, pengaduan dengan responship interaksi yang komunikatif dibuka setiap hari kerja pukul 07.30 - 16.00 WIB.

Bukan saja di Tanah Air, aktivasi pembenahan terkait haji dan umrah juga disuarakan di Arab Saudi melaui Media Centre Haji (MCH).

Sedikitnya ada empat kekuatan (fourth power) yang dimiliki Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) dalam era keterbukaan informasi publik yakni kekuatan organik, kekuatan induksi, kekuatan jaringan serta kekuatan pendukung.

Keempat kekuatan itu adalah pertama, kekuatan organik yang terdiri dari telephone, fax, media sosial dan website. Kedua adalah kekuatan induksi terdiri dari media massa yang menjadi media partner untuk Ditjen PHU.  Ketiga adalah kekuatan pendukung merupakan suatu strategi untuk menjangkau kelompok-kelompok di masyarakat umum karena faktor struktural memiliki hambatan untuk mengakses informasi dan layanan yang ada dengan tatap muka dan bersentuhan langsung.

Dan keempat adalah kekuatan pendukung yakni MCH, kekuatan media massa ini menyatu dalam MCH, walaupun berasal dari media yang berbeda dibentuk sejak tahun 2002.

MCH lahir merupakan transformasi Pusat Informasi Haji (PIH) yang didirikan pada tahun 1992. Bersama dengan kelompok wartawan senior, Subdit Penyuluhan Haji Direktorat Pembinaan Haji dan Humas Departemen Agama mulai digagas pembentukan MCH tahun 2002. Saat itu juga diberangkatkan beberapa wartawan senior media cetak dan elektronik.

Tidak tanggung, wartawan yang diberangkatkan memiliki pengalaman peliputan di wilayah perang. Karena saat itu, Arab Saudi masih sangat alergi dengan kehadiran media di negaranya. MCH di Jakarta berpusat di Subdit Penyuluhan Haji, sedangkan di Arab Saudi berada di Jeddah.

Tahun 2011 lalu Kementerian Agama memperoleh PR Society Awards 2011 untuk kategori organisasi dan profesional karena kinerjanya dalam bidang kehumasan dan manajemen komunikasi. Pemberian "PR Society Awards 2011" itu berlangsung di Hotel Ambhara Jakarta.

Ketua Panitia Seleksi, Akhmad Kusaeni mengatakan PR Society Awards 2011 diberikan kepada MCH Kementerian Agama untuk kategori organisasi yang telah menjadi pusat informasi haji yang dapat diandalkan. MCH layak mendapat penghargaan tersebut yang telah menerapkan strategi komunikasi dan kehumasan yang jitu pula.

Menurut Akhmad, jika semua pekerjaan itu tanpa didukung MCH, tanpa wartawan yang mengabarkan setiap pergerakan penyelenggaraan haji tentu akan banyak kesulitan. MCH bagaikan embedded reporters yang menempel pada pasukan dalam operasi militer.

Mereka mengabarkan dari tempat kejadian, langsung dari Tanah Suci. Mereka telah berhasil memenuhi people right to know, hak masyarakat untuk mengetahui mengenai segalanya saat penyelenggaraan haji.

Ada indikator keberhasilan MCH, yaitu pengiriman berita berjalan lancar. Wartawan yang tergabung dalam MCH aktif menyebarluaskan informasi. Dan MCH pun telah mendapat tempat tersendiri sebagai rujukan pemberitaan haji.

Buku MCH pun menjadi salah satu bukti lainnya, bagaimana MCH dapat meleburkan diri dalam satau kesatuan tugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Tahun 2012 MCH merilis buku pertamanya Talabiyah di Tanah Haram dan 2013 buku kedua pun terbit berjudul Menjemput Cahaya Hidayah dan Jangan Panggil Aku Haji. (adv/fer)

Berita Terkait


Baca Juga !.