Keberadaan Gepeng Meresahkan Masyarakat di Kota Ini

INDOPOS.CO.ID – Keberadaan anak jalanan (anjal), tunasusila, gelandangan dan pengemis (gepeng) marak ditemui di Kota Tepian. Namun, menurut data milik Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Samarinda, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tak hanya itu. Anak telantar dan yang tersandung hukum pun masuk dalam kategori PMKS.

“Kalau mengacu aturan pusat ada 26 jenis PMKS. Maka pendataan kami lakukan sesuai aturan itu,” ucap Marnabas, kepala Diskessos Samarinda. Hingga kini mereka terus memutakhirkan data, mengingat pembaruan data berlangsung hanya setiap tahun. Hasilnya, terdapat 23.789 orang berstatus PMKS. Sementara ini jumlah terbanyak adalah fakir miskin berjumlah 11.439 orang.

Baca Juga :

“Itu per 2015. Selebihnya kami rutin ke pembinaan,” ungkapnya.Lanjut dia, mantan kabag Pemerintahan Setkot Samarinda itu tersebar merata di seluruh kota. “Kalau anjal dan gepeng memang banyak di sekitar kota. Kalau di pinggiran lebih banyak pemulung dan KDRT,” lanjutnya.

Sementara itu, Laila Fatihah, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, menilai pembagian jenis data PMKS dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI semestinya harus menyesuaikan kondisi di daerah. “Semisal fakir miskin. Indikator nasional kan tidak merokok dan rumah hanya beralaskan tanah. Makanya kami masih meminta untuk direvisi karena di Samarinda tak ditemukan,” ucapnya, seperti dikutip dari prokal.co

Baca Juga :

Tentang itu, Laila mengatakan, kini masih dalam penyelarasan persepsi. “Kami juga beberapa kali minta pusat untuk merevisi. Tapi belum ada hasil. Indikator sementara dari pendapatan per kapita,” ucap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (*/ryu/*/ndy/k8)

Komentar telah ditutup.