Empat Tersangka ’Ultah Maut’ Gelar Rekonstruksi

INDOPOS.CO.ID – Empat tersangka yang masing-masing berinisial CG, 21; YP, 18; ER, 26, dan HG, 21 gemetar saat menjalani 16 adegan reka ulang kasus ulang tahun maut yang menewaskan Sandy, 22, di MS Futsal, yang terjadi pada Senin malam (26/09) lalu. Hal itu lantaran keempatnya merasa sangat bersalah akibat perbuatannya yang membuat nyawa korban melayang..

Adegan ulang pesta ulang tahun maut yang digelar di pelataran MS Futsal, Jalan Ocean Park Kav 3, BSD tersebut dijaga oleh sejumlah personel Satreskrim Polsek Serpong. Kapolsek Serpong, Kompol Didik Putra mengatakan, rekonstruksi tragedi tewasnya Sandy yang melibatkan 4 rekannya itu dilakukan untuk mencocokan keterangan para pelaku dengan keterangan para saksi.

Baca Juga :

Rekonstruksi itu juga untuk membuktikan kecelakaan maut itu dilakukan oleh para pemuda di tempat olah raga ini dengan kesadaran penuh. ”Dari 13 saksi yang kami periksa, empat rekan korban menjadi tersangka. Kami gelar rekon ini untuk mencocokan bukti kasus yang dilakukan dengan keterangan. Ini untuk melengkapi berita acara penyidikan,” paparnya.

Dia juga mengatakan, rekonstruksi itu juga untuk penyerahan berkas ke Kejaksaaan Negeri (Kejari) Tigaraksa untuk disidangkan. Tak sampai disana, kata Didik, dari rekonstruksi itu pihaknya dapat mengetahui masing-masing peran serta keempat rekan korban yang terlibat dalam tragedi ulang tahun maut tersebut. Apalagi, kedatangan keempat pelaku ke tempat korban bekerja sudah dipersiapkan untuk memberikan kejutan pesta ulang tahun.

Baca Juga :

Sehingga tanpa disadari kejutan tersebut justru mendatangkan malapetaka kepada pegawai kebersihan tempat kongkow sekaligus arena berolahraga tersebut.

”Jadi keempat tersangka itu teman di luar kerjaan yang biasa bermain futsal bersama korban. Mereka datang ke tempat ini hanya untuk memberikan kejutan merayakan ulang tahun jelang pulang kerja,” jelasnya.

Baca Juga :

IKSD Kecam Aksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Di tempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Serpong, AKP Budi Harjono menjelaskan, dalam rekontruksi tersebut pihaknya dapat mengetahui peran masing-masing tersangka yang telah menghilangkan nyawa korban. Untuk ER dan CG berperan sebagai orang yang membawa korban ke tiang lapangan dengan cara digotong.

Kemudian keduanya langsung mengikat Sandy dengan tali plastik sebelum diberikan kejutan. Selanjutnya untuk HG dan YP bertugas menyiramkan air keran ke tubuh korban yang telah terikat tali pada tiang yang menempel dengan kabel listrik. ”Peran mereka itulah yang menyebabkan korban tewas tersengat listrik. Jika tidak digotong dan disiram air oleh keempat tersangka kemungkinan korban tidak tewas. Jadi memang sudah menyiapkan kejutan pesta ulang tahun korban dengan cara mengirimkan pesan satu sama lain,” paparnya. (cok)

Komentar telah ditutup.