Listrik Jakarta Makin Stabil, PLN Bangun GITET Lengkong

 

INDOPOS.CO.ID – PT PLN (persero) membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong dengan kapasitas 2×500 MVA. Adapun lokasi pembangunan GITET Lengkong di Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Tangerang, Banten.

Baca Juga :

UU Cipta Kerja Bisa Bikin PLN Dikuasai Asing

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin mengatakan, GITET Lengkong akan memperkuat sistem kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Kontrak Pembangunan GITET 500 kV Lengkong ditandatangani pada 18 Agustus 2016.

“Nilai kontrak sebesar Rp 389 miliar menggunakan pendanaan yang berasal dari anggaran PLN tahun 2016,” kata Murtaqi dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga :

Murtaqi menuturkan, GITET tersebut merupakan bagian dari pembangunan 6 GITET yang akan memperkuat sistem kelistrikan Jakarta yaitu GITET Kembangan, GITET Duri Kosambi, GITET Muara Karang, GITET Priok, GITET Muara Tawar. Pembangunan GITET-GITET 500 kV ini memperkuat sistem Jakarta dan sekitarnya yang dikenal dengan proyek Looping Jakarta.

“Dengan selesainya pembangunan keenam GITET ini maka diharapkan sistem kelistrikan Jakarta mampu menyediakan tambahan kebutuhan energi listrik bagi pelanggan listrik di kota Jakarta dan sekitarnya,” tuturnya.

Dikatakannya GITET Lengkong dibangun di atas tanah seluas 15 hektar. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal 2018 dengan pelaksana PT Perfect Circle Engineering. Selain itu, pihaknya juga meresmikan 30 infrastruktur distribusi dan transmisi listrik yang beroperasi di Regional Jawa Bagian Barat dan Banten. Fasilitas ini memiliki kapasitas tegangan total 2.600 KVA dan 98,5 kilometer sirkuit.

“Dampaknya ke pelanggan ini lebih stabil dan mengurangi susut jaringan,” ungkapnya. Dari 30 infrastruktur itu terdapat 24 fasilitas yang terdiri atas gardu induk dan trafo serta 6 unit transmisi.

Murtaqi mengatakan pembangunan jaringan diperlukan guna menyangga beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bagian Barat yang saat ini mencapai 7.000 MW. Pertumbuhan beban di wilayah ini diperkirakan sekitar 4 persen per tahun.
Masa operasi gardu induk itu diperkirakan berlangsung sepanjang tahun 2018-2019. Sistem Kelistrikan Jakarta saat ini ditopang oleh 11 Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 KV dan Gardu Induk (GI) 150 KV yang sebagian besar sudah dibebani diatas 80 persen.

Murtaqi mengatakan pembangunan fasilitas distribusi berbarengan dengan rencana pembangunan pembangkit skala besar di sekitar Jakarta yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Jawa 1, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Priok, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Muara Karang. (lum)

Komentar telah ditutup.