Masuki Musim Hujan, Puskemas Antisipasi Munculnya DBD

INDOPOS.CO.ID – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan melalui seluruh Puskesmas terus mengantisipasi munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Sumberjaya yang masuk daerah endemis.

Kepala Puskesmas Sumberjaya, dr Hj Nina Nur Ainy Syarief mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan penyuluhan baik kepada masyarakat di Puskesmas sampai ke seluruh kepala desa untuk waspada. Terutama upaya pencegahan munculnya jentik nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Lebih baik pencegahan daripada sudah ada kejadian baru kita upayakan. Kami sudah melakukan penyuluhan ke setiap masyarakat maupun pemdes pasca kasus warga meninggal akibat DBD tahun lalu. Sehingga kita akan galakan lagi desa siaga,” kata Nina, Sabtu (15/10).

Desa siaga tersebut bertujuan untuk kewaspadaan dalam segala hal terutama di sektor kesehatan. Rencananya minggu depan akan dilakukan di tingkat kecamatan selanjutnya tingkat desa. “Sementara ini memang ada sejumlah kasus karena ada beberapa warga terkena DBD, tetapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Ketika ada kasus kami selalu melapor,” ujarnya.

Baca Juga :

Dia menjelaskan masyarakat jangan terpaku ke tindakan fogging. Antisipasi munculnya kasus DBD di sejumlah daerah harusnya dilakukan dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Sampai saat ini masyarakat masih menganggap bahwa fogging satu-satunya cara mengantisipasi DBD. Padahal pemberantasan sarang nyamuk adalah antisipasi sesungguhnya,” jelasnya.

Dia menyebutkan Sumberjaya merupakan daerah endemis DBD, khususnya enam desa yakni Paningkiran, Panjalin Kidul, Panjalin Lor, Bongas Kulon, Bongas Wetan, dan Lojikobong yang terus diwaspadai. Apalagi tahun lalu ada korban jiwa di Lojikobong dan Panjalin Kidul.

“Memang sekarang ada yang terjangkit. Namun setelah kami lakukan penyelidikan Epidemiologi (PE) di wilayah itu tidak ada jentik nyamuk berbahaya itu. Mungkin disebabkan pasien tersebut terkena gigitan nyamuk di wilayah lain,” tandasnya. (ono)

Komentar telah ditutup.